Sebelum Meninggal, Dolly Parton Sudah Siapkan Lagu untuk Pemakamannya

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 09:40 WIB
Foto: Warga memberikan penghormatan kepada Dolly Parton setelah pengumuman wafatnya, di lokasi patung Dolly Parton di pusat kota Sevierville, Tennessee, AS, pada 25 Agustus 2026. (REUTERS/Kevin Fogarty)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepergian legenda musik country Dolly Parton pada usia 80 tahun meninggalkan duka bagi penggemar di seluruh dunia. Namun, jauh sebelum meninggal dunia, Parton ternyata telah mempersiapkan sejumlah detail mengenai perpisahan terakhirnya, termasuk lagu yang ingin dinyanyikan saat pemakamannya.

Dalam wawancara dengan Entertainment Weekly pada 2014, Parton mengungkapkan bahwa ia ingin lagu himne country-gospel "If We Never Meet Again" dinyanyikan dalam upacara pemakamannya. Lagu tersebut memiliki makna personal bagi Parton karena merupakan salah satu lagu favorit ayahnya, Lee Parton.

Lagu tersebut bahkan pernah dimainkan ketika sang ayah dimakamkan pada 2000. Bagi Parton, lirik lagu yang bercerita mengenai pertemuan kembali di kehidupan setelah kematian memiliki makna spiritual yang mendalam.


Keinginan tersebut kini menjadi semakin bermakna setelah Parton meninggal dunia pada Selasa, 25 Agustus 2026. Keluarga Parton mengonfirmasi bahwa penyanyi yang dikenal lewat lagu "Jolene", "9 to 5", dan "I Will Always Love You" itu meninggal setelah mengalami sakit dalam waktu singkat.

Pemakaman Digelar Secara Privat

61st Grammy Awards - Arrivals - Los Angeles, California, U.S., February 10, 2019 - Dolly Parton. REUTERS/Lucy Nicholson Foto: Dolly Parton di Grammy Awards (REUTERS/Lucy Nicholson)

Parton juga telah menentukan bagaimana ia ingin dikenang pada saat-saat terakhirnya. Menurut pernyataan keluarga, pemakamannya akan dilakukan dalam sebuah upacara kecil dan tertutup yang hanya dihadiri keluarga inti. Keluarga mengatakan keputusan tersebut dibuat sesuai dengan keinginan Parton. 

Keponakan Parton, Bryan Seaver, yang selama lebih dari dua dekade menjadi kepala keamanan keluarga, juga mengungkapkan salah satu keinginan pribadi sang tante mengenai tempat peristirahatan terakhirnya.

Menurut Seaver, Parton pernah mengatakan ingin beristirahat di tempat tidur yang terbuat dari kapas lembut. Keinginan itu disampaikan Parton dengan gaya khasnya, sebagai bentuk kontras setelah puluhan tahun tampil dengan pakaian penuh aksesori dan rhinestones.

Parton juga telah meminta Seaver bertahun-tahun sebelumnya untuk menjadi orang yang mengumumkan kematiannya kepada publik. Seaver akhirnya memenuhi permintaan tersebut melalui sebuah video yang dibagikan setelah Parton meninggal dunia.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Medical Tourism,Klinik Kecantikan Kelas Dunia Investasi di Bali