BMKG Kasih Jurus Selamat-Siap Siaga Gempa, Jangan Lakukan Ini

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
25 August 2026 15:45
Ilustrasi gempa (Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)
Foto: Ilustrasi gempa (Getty Images/iStockphoto/Petrovich9)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa bumi bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Karena waktu dan lokasi kejadiannya sulit dipastikan, kesiapsiagaan menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi risiko ketika bencana terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri sejak sebelum gempa, mulai dari memahami jalur evakuasi hingga menyiapkan perlengkapan darurat. Persiapan ini diharapkan membuat masyarakat tidak kebingungan ketika harus menyelamatkan diri.

"Gempa bumi bisa datang kapan saja dan di mana saja tanpa permisi. Tapi, bukan berarti kita tidak bisa bersiap, Sobat BMKG!" tulis BMKG melalui akun Instagram resminya.

Sebelum gempa terjadi masyarakat disarankan mengenali kondisi rumah maupun tempat kerja, termasuk posisi pintu, tangga darurat dan jalur evakuasi. Perabotan berat juga perlu dipastikan terpasang kuat agar tidak mudah roboh saat terjadi guncangan.

"Kunci utama keselamatan adalah TIDAK PANIK dan tahu apa yang harus dilakukan. Yuk, simak panduan mitigasi Gempa Bumi berikut ini dan pastikan kamu mengingatnya," tulis BMKG.

Saat gempa mengguncang ketika berada di dalam ruangan, masyarakat dapat menerapkan prinsip Drop, Cover, Hold On atau merunduk, berlindung di bawah meja yang kuat dan berpegangan. Hindari kaca, jendela, lemari atau benda lain yang berpotensi jatuh.

"Jika di luar ruangan: Jauhi bangunan tinggi, pohon, tiang listrik, dan papan reklame. Cari area terbuka yang lapang," tulis BMKG.

Sementara itu, orang yang sedang berkendara diminta segera menepi dan berhenti dengan aman, tetapi tidak mengerem secara mendadak. Pengendara juga perlu menghindari berhenti di bawah jembatan atau flyover. Bagi masyarakat di wilayah pantai, segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi jika terdapat potensi tsunami.

"Jika di pantai maka Segera jauhi pantai dan lari ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari potensi tsunami," tulis BMKG.

Setelah guncangan berhenti, jangan langsung kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan karena masih ada risiko gempa susulan. Evakuasi dilakukan menggunakan tangga, bukan lift, sembari memeriksa kondisi diri sendiri dan orang di sekitar yang mungkin membutuhkan pertolongan.

"Jauhi bangunan yang sudah retak atau rusak karena rawan roboh jika ada gempa susulan (aftershock)," tulis BMKG.

Siapkan Tas Siaga Bencana

Kesiapsiagaan juga perlu dilengkapi dengan Tas Siaga Bencana.

BMKG menyebut tas tersebut idealnya kedap air dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan selama 3x24 jam pertama pascabencana, sebelum bantuan datang. Isinya antara lain air minum, makanan tahan lama, P3K, obat pribadi, senter, peluit, powerbank, baterai cadangan, salinan dokumen penting, pakaian ganti, uang tunai dan perlengkapan kebersihan.

Tas tersebut sebaiknya diletakkan di lokasi yang mudah dijangkau, terutama dekat pintu keluar utama. Dengan begitu, ketika evakuasi harus dilakukan, perlengkapan penting dapat langsung dibawa tanpa membuang waktu mencari barang di tengah kondisi darurat.

[Gambas:Instagram]

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BMKG Peringatkan Ancaman Heatstroke, Kenali Tanda-Cara Penanganannya


Most Popular
Features