Mau Buang Lemak-Turun Berat Badan, Mending Minum Teh Hijau vs Kopi?

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 25/08/2026 14:30 WIB
Foto: Foto Kombinasi Kopi-Teh Hijau. (Pexels)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Masalah berat badan alias lemak menumpuk memang jadi urusan yang tak menarik perhatian. Tak jarang, rajin minum teh hijau masuk dalam daftar saran yang dianjurkan.

Begitu juga minum kopi. Sering muncul dalam daftar tips menjaga pola makan yang disebut dapat membantu menurunkan berat badan.

Baik teh hijau maupun kopi disebut mengandung senyawa yang dapat membantu metabolisme dan penggunaan energi dalam tubuh. Kedua jenis minuman ini pun disebut berkalori rendah.


Pertanyaannya, mana yang lebih efektif menurunkan berat badan? Minum teh hijau atau kopi?

Simak kata pakar berikut, dikutip dari EatingWell, Selasa (25/8/2026).

Tugas Penting Kafein pada Kopi

Disebutkan, bukan hanya kafein yang jadi rahasia utama manfaat kopi untuk mendukung penurunan berat badan. Tapi, ada kandungan lain yaitu asam klorogenik, polifenol yang berperan dalam metabolisme dan pengaturan gula darah.

Kafein pada gula disebut dapat mendukung penurunan berat badan, BMI, dan lemak tubuh secara moderat. Dan, lewat jalur lain, kopi dapat mengurangi pertumbuhan sel lemak dan mendukung mikrobioma usus yang lebih sehat.

Disebutkan, ada penelitian yang menemukan, minum 1-7 cangkir per minggu kopi berkafein tanpa gula atau dengan gula sedikit, dikaitkan dengan pengurangan lemak tubuh total, lemak perut bagian tengah, dan lemak visceral , yaitu lemak perut bagian dalam yang terkait dengan risiko kesehatan metabolik.

Tapi perlu dicatat, minum lebih banyak dari itu tidak menunjukkan manfaat yang sama, dan kafein pada kopi merupakan bagian penting dari teka-teki ini.

Dan, Dietitian Rachael Ajmera mengingatkan, kopi bukan solusi ajaib untuk menurunkan berat badan, tetapi bisa bermanfaat.

"Namun, perlu diingat bahwa apa yang Anda masukkan ke dalam kopi dapat berdampak besar pada potensi manfaat penurunan berat badan. Meskipun kopi hitam polos rendah kalori, menambahkan banyak gula, sirup perasa, dan krimer dapat dengan cepat meningkatkan kandungan kalori dan meniadakan potensi manfaat apa pun," katanya.

Bagaimana Senyawa dalam Teh Hijau Bekerja?

Menurut Dietitian Johannah Katz, teh hijau mengandung katekin, terutama EGCG, ditambah kafein. Senyawa-senyawa ini dapat sedikit memengaruhi pengeluaran energi dan oksidasi lemak.

Disebutkan, hasil penelitian menunjukkan, teh hijau dapat mendukung pengelolaan berat badan melalui beberapa mekanisme. Yaitu, mengurangi nafsu makan, membatasi penyerapan lemak di saluran pencernaan, dan mendorong tubuh untuk membakar sedikit lebih banyak energi.

"Teh hijau juga merupakan pilihan cerdas jika Anda saat ini mengonsumsi minuman manis. Cukup mengganti minuman manis dengan teh hijau tanpa pemanis dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan tanpa terasa seperti pembatasan," tambah Ajmera.

Kopi Vs Teh Hijau

Lalu, mana yang paling unggul memangkas berat badan dengan meluruhkan lemak-lemak yang menumpuk di tubuh?

Kata Katz, jika keduangan dibandingkan, kopi bisa dibilang lebih unggul. Meski, imbuh dia, keduanya bisa dimasukkan ke dalam daftar tips penurunan berat badan.

Dan, keunggulan keduanya disebut tidak terlalu besar. Yang penting adalah mengonsumsi keduanya tanpa pemanis dan fokus pada kebiasaan yang lebih luas yang mendorong hasil nyata dan berkelanjutan.

"Kopi tanpa pemanis mungkin memiliki sedikit keunggulan untuk penurunan berat badan. Terutama karena kopi biasanya mengandung lebih banyak kafein, dan kafein telah terbukti sedikit mendukung pengurangan berat badan, BMI, dan lemak tubuh. Peningkatan asupan kopi tanpa pemanis dikaitkan dengan sedikit penurunan penambahan berat badan jangka panjang, sementara penambahan gula meniadakan manfaat tersebut," jelas Katz.

"Teh hijau tanpa pemanis (dingin atau panas) bisa menjadi pengganti yang bermanfaat jika menggantikan minuman manis. Dan mungkin dapat memberikan sedikit peningkatan metabolisme," imbuh dia.

Tips Menurunkan Berat Badan

Minum teh hijau atau kopi hanya sebagian dari cara-cara membantu menurunkan berat badan. Pola makan, pola bergerak, pola tidur, dan pengelolaan stres sehari-hari disebut berperan penting pada manajemen berat badan.

CDC merekomendasikan sejumlah strategi untuk membantu menurunkan berat badan, yaitu:

- Catat kebiasaan Anda untuk memahami kondisi dasar Anda
- Tetapkan tujuan spesifik dan jangka pendek
- Temukan aktivitas yang benar-benar Anda nikmati
- Bangung sistem pendukung
- Prioritaskan tidur dan manajemen stres.

Semoga bermanfaat!


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Medical Tourism,Klinik Kecantikan Kelas Dunia Investasi di Bali