Momen Wapres Gibran Saksikan Masjid Runtuh Akibat Gempa NTT
Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menyaksikan bangunan masjid yang roboh di Kampung Waso, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/08/2026). Desa tersebut termasuk salah satu wilayah di NTT yang terdampak gempa paling parah.
Akses menuju Kampung Waso tidak mudah karena medan yang menantang dan jauh dari jangkauan. Dari Bandara Komodo di Labuan Bajo, Wapres melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor untuk menjangkau Kampung Waso.
Sesampainya di sana, dia meninjau kerusakan akibat gempa yang mengguncang kampung tersebut pada 15 Agustus lalu. Selain banyak rumah warga yang roboh, Wapres menyaksikan sebuah bangunan masjid yang kubahnya kini menyentuh tanah, luluh lantak diguncang gempa.
Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak berat akibat rangkaian guncangan bencana. Tercatat sebanyak 24 orang meninggal dunia dan 19.803 jiwa mengungsi ke sejumlah posko darurat. Selain itu, sebanyak 9.647 unit rumah warga mengalami kerusakan parah, sementara 1.034 fasilitas umum dan pemerintah turut terdampak, termasuk fasilitas pendidikan dan rumah ibadah.
Ratusan tenda pengungsian telah berdiri dan dipenuhi warga setempat. Wapres mengecek kondisi warga sekaligus untuk menyerap aspirasi mereka.
Ditemani sejumlah pejabat terkait, Wapres Gibran meminta agar rumah sakit darurat segera disiapkan, serta mendorong percepatan perbaikan irigasi, rumah ibadah, dan fasilitas pendidikan.
"Rumah sakit darurat itu penting. Tadi ada lagi perbaikan irigasi, rumah ibadah, sekolah juga, dan itu harus dibangun dari nol," ungkap Wapres.
Dari Kampung Waso, dia melanjutkan perjalanan ke Desa Reo, di mana dia menunaikan salat Jumat bersama warga terdampak gempa di Masjid Nurul Huda. Di masjid yang mengalami kerusakan parah tersebut, Wapres bersama masyarakat memanjatkan doa untuk keselamatan warga, serta kelancaran dalam penanganan dan pemulihan pascabencana di NTT.
Sehari sebelumnya, saat menemui warga di posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Wapres menyampaikan permohonan maaf. Dia mengakui masih banyak kekurangan dari pemerintah dalam memulihkan situasi pascabencana yang mengguncang wilayah tersebut pada akhir pekan lalu..
"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," ungkapnya.
(hsy/hsy)