Ahli Temukan Kondisi Langka 'Triple Penis' Milik Jenazah Donor Organ

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
20 August 2026 18:45
Kemasan kondom yang diproduksi di fasilitas produsen kondom terkemuka dunia, Karex di Pontian, Malaysia, 23 April 2026. (REUTERS/Hasnoor Hussain)
Foto: Ilustrasi (REUTERS/Hasnoor Hussain)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penemuan tak biasa terjadi saat mahasiswa kedokteran membedah jenazah seorang pria berusia 78 tahun di Inggris. Pria tersebut diketahui telah mendonasikan tubuhnya untuk kepentingan pendidikan dan penelitian medis.

Saat melakukan pemeriksaan pada area panggul, para mahasiswa menemukan anomali anatomi sangat langka yang digambarkan sebagai 'triple penis.' Jenazah tersebut memiliki tiga struktur penis, namun hanya satu penis yang terlihat dari luar, sementara dua struktur lainnya berada di balik kulit skrotum dan di samping penis utama.

Mengutip laporan Live Science, temuan tersebut kemudian menjadi perhatian karena ketiga struktur itu memiliki karakteristik menyerupai penis, termasuk bagian ujung yang membulat atau glans serta corpus cavernosum, yaitu jaringan spons yang dapat terisi darah dan berperan dalam menghasilkan ereksi.

Tiga Penis dengan Ukuran Berbeda

Para dokter mengukur ketiga struktur tersebut. Penis utama yang tampak dari luar memiliki panjang sekitar 7,7 sentimeter dengan lebar 2,4 sentimeter.

Sementara itu, penis kedua memiliki panjang sekitar 1,49 inci atau 3,8 sentimeter dan lebar 0,51 inci atau 1,3 sentimeter. Penis ketiga yang berukuran paling kecil memiliki panjang sekitar 1,45 inci atau 3,7 sentimeter dan lebar 0,47 inci atau 1,2 sentimeter.

Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan adanya keunikan lain pada sistem saluran kemih pria tersebut. Hanya ditemukan satu uretra, yakni saluran yang membawa urine dari kandung kemih menuju ke luar tubuh.

Uretra itu diketahui memiliki jalur yang tidak biasa. Saluran tersebut melewati penis sekunder sebelum beralih menuju penis utama dan akhirnya bermuara pada lubang uretra di penis yang terlihat dari luar. Para dokter tidak menemukan percabangan uretra maupun saluran uretra tambahan pada penis ketiga.

Para peneliti menduga kondisi tersebut terjadi akibat kelainan pada tahap perkembangan janin.

Pada perkembangan normal, terdapat struktur yang disebut tuberkulum genital, yang kemudian berkembang menjadi genitalia eksternal, termasuk penis pada laki-laki. Dalam kasus ini, para penulis laporan menduga terjadi triplikasi atau penggandaan tuberkulum genital sehingga terbentuk tiga struktur penis.

Kondisi memiliki tiga penis dikenal sebagai triphallia. Kondisi ini jauh lebih langka dibandingkan diphallia, yaitu kelainan ketika seseorang memiliki dua penis.

Para peneliti memperkirakan uretra pada awalnya berkembang melalui penis sekunder. Namun, karena penis sekunder tidak berkembang sepenuhnya, saluran tersebut kemungkinan kemudian berubah arah menuju penis utama.

Identitas dan Riwayat Medis Tidak Diketahui

Karena pria tersebut telah meninggal dunia sebelum pemeriksaan dilakukan, para pengajar dan mahasiswa kedokteran yang melakukan pembedahan tidak mengetahui identitas maupun riwayat medis lengkapnya.

Mereka juga tidak dapat memastikan apakah pria tersebut semasa hidupnya mengetahui keberadaan dua penis tambahan tersebut.

Meski demikian, para penulis laporan meragukan bahwa kelainan sebesar itu sepenuhnya tidak disadari oleh pria tersebut. Mereka juga mencatat bahwa kondisi tersebut kemungkinan tidak menimbulkan gejala yang cukup berat sehingga mendorongnya mencari pertolongan medis.

Salah satu persoalan yang berpotensi muncul adalah ketika pasien membutuhkan pemasangan kateter urine. Jalur uretra yang berliku-liku dan melewati penis sekunder diperkirakan dapat membuat prosedur tersebut menjadi jauh lebih sulit.

Ada Riwayat Hernia di Area Selangkangan

Pemeriksaan terhadap jenazah juga menunjukkan adanya tanda-tanda jaringan parut di area selangkangan yang berkaitan dengan hernia inguinalis. Kondisi tersebut terjadi ketika jaringan dari dalam rongga perut menonjol melalui bagian dinding perut yang melemah di area kanalis inguinalis.

Para peneliti mengajukan kemungkinan bahwa keberadaan dua penis tambahan dapat menimbulkan tekanan atau gesekan internal yang berkontribusi terhadap melemahnya dinding perut bagian bawah.

Namun, dugaan tersebut masih bersifat spekulatif dan tidak dapat dipastikan karena para peneliti tidak memiliki riwayat kesehatan pria tersebut.

Para penulis juga mencatat bahwa apabila pria tersebut pernah menjalani pemeriksaan atau operasi untuk mengatasi hernia inguinalis, kondisi triphallia tersebut sebenarnya berpotensi ditemukan oleh dokter.

Salah Satu Kasus Triphallia yang Sangat Langka

Keberadaan lebih dari satu penis merupakan kelainan perkembangan yang sangat jarang. Sebuah tinjauan laporan kasus yang diterbitkan pada 2010 memperkirakan kondisi penis ganda terjadi pada sekitar satu dari 5 juta hingga 6 juta kelahiran hidup. Sebagian besar kasus yang dilaporkan merupakan diphallia, bukan triphallia.

Kasus pada pria berusia 78 tahun tersebut disebut menjadi penemuan pertama triphallia pada jenazah dan merupakan contoh triphallia kedua yang tercatat dalam literatur ilmiah secara umum.

Dalam sebagian kasus, penis tambahan dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan fungsi seksual, masalah kesuburan, dan infeksi saluran kemih. Jika struktur tambahan tersebut menyebabkan keluhan atau komplikasi, dokter dapat mempertimbangkan tindakan pembedahan untuk mengangkatnya.

Apabila penis tambahan terlihat dari luar, operasi juga dapat dilakukan atas pertimbangan kosmetik, bergantung pada kondisi dan pilihan pasien.

Dalam kasus pria Inggris tersebut, para peneliti berspekulasi bahwa ia mungkin mengetahui kondisi anatominya tetapi memilih untuk tidak menjalani operasi karena tidak mengalami gejala yang berarti.

Temuan ini sekaligus menunjukkan bahwa kelainan perkembangan organ reproduksi yang sangat langka dapat tetap tidak terdeteksi selama puluhan tahun dan baru diketahui setelah pemeriksaan anatomi secara menyeluruh.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Vatikan Izinkan Umat Katolik Terima Donor Organ dari Hewan


Most Popular
Features