Update Gempa NTT: Pasien Jalan Operasi Darurat di RS Lapangan

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Rabu, 19/08/2026 16:29 WIB
Foto: Kemenkes mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Kabupaten Manggarai usai terdampak gempa NTT. (Dok. Kemenkes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelayanan kesehatan bagi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan meski sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan. Sejumlah pasien bahkan harus dirawat di tenda darurat, sementara rumah sakit lapangan dengan ruang operasi disiapkan untuk menangani korban yang membutuhkan tindakan medis.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, rumah sakit lapangan tengah dibangun di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai, untuk menopang pelayanan RSUD Ruteng yang terdampak gempa. Fasilitas tersebut dilengkapi tenda untuk pasien dan ruang operasi steril, serta ditargetkan memiliki sedikitnya 100 tempat tidur.

Kemenkes mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Kabupaten Manggarai usai terdampak gempa NTT. (Dok. Kemenkes) 



"Di sini sudah kita pasang lima tenda. Empat untuk pasien, masing-masing bisa menampung 20 pasien, kemudian satu khusus untuk ruang operasi karena ruangnya steril dan bisa dibuat terisolasi. Kita harapkan besok sudah mulai beroperasi," kata Budi saat meninjau lokasi, dikutip pada Selasa (19/8/2026).

Kemenkes juga menyiapkan satu tenda khusus untuk instalasi gawat darurat (IGD). Kapasitas rawat inap akan ditambah secara bertahap hingga sedikitnya mencapai 100 tempat tidur. Tenda tambahan saat ini dikirim dari Bali untuk memperkuat pelayanan kesehatan di lokasi bencana.

Kemenkes mempercepat pembangunan rumah sakit lapangan di Kabupaten Manggarai usai terdampak gempa NTT. (Dok. Kemenkes) 

"Kita akan tambah lagi sehingga minimal menjadi 100 rawat inap. Kita sedang kirim tenda tambahan dari Bali," ujarnya.

Keberadaan ruang operasi menjadi salah satu prioritas karena gempa menyebabkan bangunan RSUD Ruteng mengalami kerusakan. Akibatnya, pelayanan terhadap pasien, termasuk mereka yang membutuhkan tindakan pembedahan, sementara dilakukan di tenda darurat di luar gedung rumah sakit.

Budi mengatakan, RS lapangan diperlukan agar dokter dapat melakukan tindakan operasi secara aman tanpa harus menunggu bangunan utama rumah sakit kembali berfungsi.

"Karena rumah sakitnya sekarang tidak aman digunakan, kita sedang membangun rumah sakit lapangan. Di sana nanti dokter-dokter bisa melakukan operasi dengan baik," kata Budi.

Ruang operasi di RS lapangan dirancang sebagai ruangan steril yang dapat diisolasi untuk menjaga keselamatan pasien sekaligus mencegah infeksi. Fasilitas tersebut akan dilengkapi lampu operasi, meja operasi, serta area untuk memasukkan dan menyiapkan peralatan medis. Sebelum digunakan, ruangan akan menjalani proses pembersihan dan sterilisasi.

"Ini ruang operasi. Nanti disterilisasi. Ruang ini steril dan bisa diisolasi. Fasilitas seperti ini pernah digunakan saat bencana di Sumedang dan juga bencana di Aceh," jelasnya.

Fasilitas tersebut terutama dibutuhkan untuk menangani korban dengan trauma dan patah tulang akibat tertimpa bangunan. Saat mengunjungi RSUD Ruteng, Budi juga meninjau kondisi Yosef, anak berusia 12 tahun yang mengalami patah tulang paha setelah rumah tetangganya roboh akibat gempa.

"Kalau tidak dioperasi, nanti sembuhnya bisa cacat. Dia tidak bisa main bola lagi. Padahal dia senang main bola dan ingin menjadi pemain tim nasional," ujar Budi.

Budi memastikan Yosef ditangani tim dokter spesialis ortopedi yang dimobilisasi untuk memperkuat pelayanan di RSUD Ruteng. Ia bilang, kasus patah tulang dan trauma menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan setelah gempa sehingga keberadaan dokter spesialis ortopedi sangat dibutuhkan.

"Kita berterima kasih kepada teman-teman dari rumah sakit yang sudah datang membantu. Ada dari Sardjito, Ben Mboi, Universitas Hasanuddin, dan Rumah Sakit Dr. Soetomo yang khusus membantu di RSUD Ruteng. Para dokter ortopedi ini sudah mau membantu menyembuhkan pasien-pasien yang membutuhkan penanganan," kata Budi.

RS Lapangan Juga Dibangun di Nagekeo

Tak hanya di Ruteng, Kemenkes juga mendirikan RS lapangan di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Dua fasilitas darurat tersebut dibangun untuk memastikan pelayanan medis tetap tersedia sekaligus mendukung pemulihan fasilitas kesehatan setelah gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026).

"Kita akan replikasi rumah sakit lapangan ini selain di Ruteng juga di Nagekeo," ujar Budi.

Untuk memperkuat pelayanan, Kemenkes mengerahkan tenaga kesehatan dengan berbagai kompetensi. Tim tersebut terdiri dari dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat khusus IGD, anestesi, dan kamar operasi.

Tenaga medis berasal dari sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk dari Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, dan RS Ben Mboi Kupang, serta mendapat dukungan tim cadangan dari RS Kariadi. Tim Emergency Medical Team (EMT) juga membawa sejumlah logistik prioritas, antara lain vaksin, satu unit Emergency Kit, 2.000 masker, 1.000 kantong infus HS NS, serta 400 pasang sarung tangan medis.

Menkes Minta Tim Sisir Desa Terdampak

Budi menegaskan penanganan kesehatan pascagempa tidak boleh hanya berpusat di rumah sakit. Tenaga kesehatan dan relawan juga akan dikerahkan untuk menyisir puskesmas serta desa-desa di wilayah terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk menemukan korban yang membutuhkan penanganan medis tetapi belum mendapatkan akses pelayanan, termasuk mereka yang perlu segera dirawat atau dirujuk ke rumah sakit.

"Kita perlu sekali mengirim tim relawan ke seluruh puskesmas yang ada di Flores Utara untuk menyapu bersih semua desa, mengidentifikasi pasien-pasien mana yang harus segera kita rawat dan dirujuk ke rumah sakit," kata Budi.

Kemenkes juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, serta jejaring tenaga kesehatan untuk menjaga pelayanan bagi masyarakat terdampak gempa. Mobilisasi dokter spesialis, pembangunan RS lapangan, serta penyisiran kesehatan hingga tingkat desa menjadi fokus pemerintah untuk mempercepat pemulihan pelayanan kesehatan pascabencana.



(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Luis Figo Desak Infantino Mundur Usai Kontroversi Saham Piala Dunia