Populasi Unta Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Dekat Indonesia

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
18 August 2026 15:00
Unta di padang pasir. (Dok. Pixabay)
Foto: Unta di padang pasir. (Dok. Pixabay)

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang salah mengira bahwa populasi unta terbesar di dunia ada di wilayah Timur Tengah. Faktanya, Australia, yang dijuluki Negeri Kangguru, justru memiliki populasi dromedaris, alias unta arab, liar terbesar di dunia.  Jumlahnya sulit dipastikan karena hewan-hewan tersebut tersebar di wilayah gurun yang sangat luas.

Melansir Space Daily, sejumlah perkiraan menyebut populasinya pernah mencapai sekitar satu juta ekor pada 2010. Program pengendalian populasi kemudian memangkas jumlah tersebut, tetapi estimasi terkini masih berada pada kisaran ratusan ribu hingga satu juta ekor.

Berawal dari Hewan Pengangkut

Keberadaan unta di Australia bermula pada abad ke-19 ketika para kolonis mendatangkan mamalia tersebut untuk membantu mengangkut barang melintasi wilayah pedalaman yang sulit dilalui kuda.

Unta digunakan untuk membawa berbagai kebutuhan, termasuk perbekalan, perlengkapan telegraf, hingga material pembangunan jalur kereta api. Para pawang yang berasal dari wilayah yang kini menjadi Pakistan dan Afghanistan turut berperan dalam mengembangkan penggunaan unta di kawasan pedalaman Australia.

Namun, perkembangan kendaraan bermotor akhirnya membuat peran unta sebagai alat transportasi semakin tidak diperlukan. Sebagian hewan kemudian dilepas ke alam liar karena biaya pemeliharaannya dianggap tidak lagi sebanding dengan manfaatnya.

Lingkungan Australia bagian tengah ternyata sangat sesuai bagi unta. Minimnya predator, tersedianya vegetasi, serta kemampuan berkembang biak dengan cepat membuat populasinya tumbuh pesat.

Bagi pengelola lahan, pertumbuhan tersebut justru menjadi persoalan. Unta liar dapat merusak pagar, mengganggu sumber air, dan memakan sebagian besar jenis tanaman yang tersedia di habitatnya.

Berpotensi Menjadi Komoditas Premium

Unta Australia dipasarkan dalam jumlah terbatas untuk keperluan pembiakan, pelatihan, serta peternakan. Namun, perdagangan ini masih jauh dari skala industri besar.

Biaya menjadi salah satu kendala utama. Pengumpulan unta liar dari wilayah pedalaman, pengangkutan menuju fasilitas pengolahan atau pelabuhan, pemeriksaan kesehatan, serta persiapan untuk ekspor membuat biaya per ekor menjadi tinggi.

Sebagian perdagangan diarahkan ke negara-negara seperti Malaysia dan Indonesia, sementara produk lain seperti daging dan susu unta juga mulai mendapatkan perhatian.

Sektor susu unta bahkan memiliki harga jual premium. Namun, usaha peternakan unta di Australia masih menghadapi tantangan ekonomi dan dalam sejumlah kasus membutuhkan pendapatan tambahan dari pariwisata atau akomodasi untuk menopang operasional.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Alasan Kenapa Unta Paling Banyak Ada di Australia Bukan Arab


Most Popular
Features