Negara ASEAN Paling Banyak Turis, RI Kalah Jauh dari Malaysia
Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia menjadi negara di Asia Tenggara dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak sepanjang 2025. Negeri Jiran mencatat 42,2 juta kunjungan, mengungguli Thailand yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di kawasan.
Melansir Seasia Stats, Rabu (12/8/2026), jumlah kunjungan ke Malaysia meningkat dari 38 juta pada 2024 menjadi 42,2 juta pada 2025. Sementara itu, Thailand berada di posisi kedua dengan 33 juta kunjungan, turun dibandingkan 35,5 juta pada tahun sebelumnya.
Vietnam menyusul di posisi ketiga. Negara tersebut mencatat pertumbuhan cukup tinggi, dari 17,6 juta kunjungan pada 2024 menjadi 21,2 juta pada 2025.
Singapura berada di urutan keempat dengan 16,9 juta kunjungan, naik tipis dari 16,5 juta pada tahun sebelumnya.
Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara. Jumlah kunjungan tercatat mencapai 15,4 juta pada 2025, meningkat dibandingkan 14,3 juta pada 2024.
Pada 2024, data ASEAN menunjukkan Indonesia memang mencatat sekitar 14,35 juta kunjungan. Pada tahun yang sama, Thailand masih menjadi negara dengan kunjungan tertinggi di kawasan dengan 35,55 juta kunjungan.
Di bawah Indonesia terdapat Filipina yang menerima 6,5 juta kunjungan pada 2025, naik dari 5,9 juta pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kamboja justru mengalami penurunan cukup besar. Jumlah kunjungan turun dari 6,7 juta pada 2024 menjadi 5,6 juta pada 2025. Laos berada di posisi berikutnya dengan 4,6 juta kunjungan, naik dari 4,1 juta.
Myanmar mencatat sekitar 1 juta kunjungan, sedangkan Brunei Darussalam sebanyak 700 ribu. Timor-Leste berada di posisi terakhir dengan sekitar 60 ribu kunjungan pada 2025.
Berikut daftar negara ASEAN berdasarkan jumlah kunjungan turis pada 2025:
- Malaysia: 42,2 juta
- Thailand: 33 juta
- Vietnam: 21,2 juta
- Singapura: 16,9 juta
- Indonesia: 15,4 juta
- Filipina: 6,5 juta
- Kamboja: 5,6 juta
- Laos: 4,6 juta
- Myanmar: 1 juta
- Brunei Darussalam: 700 ribu
- Timor-Leste: 60 ribu