Seberapa Sering Harus Ganti Sikat Gigi? Ini Kata Dokter

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 10/08/2026 13:35 WIB
Foto: Ilustrasi Sikat Gigi. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menggosok gigi dua kali sehari sudah menjadi standar utama dalam menjaga kebersihan mulut. Namun, tidak sedikit orang yang luput memperhatikan kondisi alat yang digunakan. Kualitas sikat gigi rupanya memegang peranan yang tak kalah krusial dibandingkan frekuensi menyikat itu sendiri.

Melansir Health, para ahli kesehatan gigi merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi atau kepala sikat gigi elektrik setiap 3 hingga 4 bulan sekali. Penggantian secara berkala ini memastikan sikat mampu membersihkan plak dan sisa makanan secara optimal guna mencegah penyakit gusi serta gigi berlubang.

Tanda Sikat Gigi Harus Segera Diganti

Mengganti sikat gigi tiap tiga bulan sekali bukan panduan kaku. Anda harus segera mengganti sikat gigi jika menemukan indikasi berikut:


1. Bulu Sikat Mekar dan Rusak

Bulu sikat yang melebar, lunak, atau terurai kehilangan efektivitasnya dalam membersihkan gigi. Hal ini bisa dipicu oleh kualitas alat atau kebiasaan menekan terlalu keras saat menyikat.

2. Kondisi Kesehatan Khusus

Lansia dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah disarankan mengganti sikat gigi lebih sering, yaitu setiap 2 minggu sekali.

Bahaya Menggunakan Sikat Gigi Usang

Sikat gigi yang aus terbukti menyisakan lebih banyak masalah bagi kesehatan mulut:

1. Penumpukan Plak

Studi menunjukkan pengguna sikat gigi usang memiliki tingkat akumulasi plak yang jauh lebih tinggi. Plak yang membandel dapat mengeras menjadi karang gigi.

2. Sarang Bakteri

Seiring waktu, sikat gigi dapat menjadi sarang mikroorganisme seperti Streptococcus aureus dan Streptococcus mutans yang berpotensi memicu infeksi mulut.

Panduan Merawat dan Menyimpan Sikat Gigi

Untuk meminimalkan pertumbuhan kuman, terapkan langkah perawatan berikut:

- Bilas Hingga Bersih: Pastikan tidak ada sisa pasta gigi atau kotoran yang tertinggal di selipan bulu sikat.

- Simpan Posisi Tegak: Biarkan sikat mengering secara alami dengan udara terbuka. Hindari wadah tertutup yang memerangkap kelembapan.

- Jangan Berbagi Sikat Gigi: Penggunaan bersama meningkatkan risiko penularan bakteri.

- Sterilisasi Berkala: Anda dapat merendam kepala sikat pada larutan antimikroba (seperti hidrogen peroksida, alkohol, atau obat kumur) untuk membasmi kuman secara berkala.

Optimalisasi Perawatan Gigi dan Mulut

Mengganti sikat gigi hanyalah satu bagian dari rantai perawatan. Pastikan Anda menyikat gigi minimal 2 menit dengan posisi sikat membentuk sudut 45 derajat terhadap gusi. Lengkapi pula perlindungan kesehatan mulut Anda dengan:

1. Menggunakan benang gigi (flossing) setiap hari.

2. Membatasi konsumsi makanan dan minuman bergula.

3. Menghentikan kebiasaan merokok.

4. Melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setidaknya 6 bulan sekali.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Luis Figo Desak Infantino Mundur Usai Kontroversi Saham Piala Dunia