Sering Disepelekan, Begini Manfaat Timun untuk Gula Darah & Kesehatan

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Jumat, 07/08/2026 17:15 WIB
Foto: Mentimun. (Dokumentasi Pexels)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mentimun atau timun mungkin bukan buah yang langsung terlintas ketika berbicara mengenai makanan dengan kandungan nutrisi paling tinggi. Namun, para ahli gizi tetap merekomendasikannya sebagai bagian dari pola makan sehat.



Profesor bidang nutrisi dan kesehatan masyarakat di Tufts University School of Medicine, Kimberly Dong bilang, timun memang tidak berada di urutan teratas ketika membandingkan buah dan sayuran berdasarkan kepadatan nutrisinya. Meski demikian, kandungan kalori yang rendah, air yang melimpah, serta sedikit serat membuat timun tetap menjadi pilihan makanan yang menyehatkan.

Terlebih, teksturnya yang renyah dan rasanya yang ringan membuat timun mudah dikombinasikan dengan berbagai jenis makanan. Mengutip Channel News Asia (CNA), berikut sejumlah manfaat timun bagi kesehatan.

1. Membantu Tubuh Tetap Terhidrasi

Salah satu keunggulan utama timun adalah kandungan airnya yang sangat tinggi. Sekitar 96% bagian timun terdiri atas air sehingga dapat menjadi sumber tambahan cairan, terutama saat cuaca panas.

Sebagai gambaran, satu buah timun dengan kulit seberat sekitar 297 gram mengandung sedikit lebih dari satu cangkir air dan hanya sekitar 45 kalori. Profesor ilmu gizi Texas Christian University Gina Jarman Hill mengatakan, terdapat anggapan keliru bahwa timun termasuk "makanan berkalori negatif".

Istilah tersebut merujuk pada makanan yang diklaim membutuhkan lebih banyak kalori untuk dicerna dibandingkan kalori yang dikandungnya. Menurut Hill, sebenarnya tidak ada makanan dengan kalori negatif.

Namun, karena kandungan kalori timun sangat rendah, sayuran ini mendekati gambaran tersebut. Selama memperhatikan makanan pendampingnya, kata Hill, tidak ada alasan untuk membatasi konsumsi timun.

2. Berpotensi Mendukung Kesehatan Metabolik

Timun juga dinilai memiliki efek minimal terhadap kenaikan gula darah. Satu buah timun mengandung sekitar 11 gram karbohidrat dan 1,5 gram serat. Karena kandungan karbohidratnya relatif rendah, Hill menyebut timun aman dikonsumsi penderita diabetes.

Serat juga membantu memperlambat proses pencernaan sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap terkendali. Sejumlah penelitian pada hewan dan manusia juga menemukan indikasi bahwa konsumsi timun atau ekstraknya mungkin memberikan manfaat terhadap kadar insulin, kolesterol, trigliserida hingga tekanan darah.

Salah satunya terlihat dalam uji klinis pada 2016 terhadap 47 pasien dengan kadar kolesterol dan trigliserida yang sedikit meningkat. Para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok mengonsumsi kapsul yang mengandung ekstrak biji timun setiap hari, sedangkan kelompok lainnya mendapatkan plasebo.

Setelah enam minggu, kelompok yang mengonsumsi ekstrak biji timun menunjukkan perbaikan kadar kolesterol darah dibandingkan kelompok plasebo.

Namun, Dong menekankan penelitian mengenai manfaat tersebut masih terbatas dan berada pada tahap awal. Dengan demikian, timun tidak dapat dianggap sebagai pengganti pengobatan untuk diabetes, kolesterol tinggi ataupun gangguan metabolik lainnya.

3. Bisa Jadi Pengganti Camilan Olahan

Timun juga dapat menjadi alternatif camilan rendah kalori. Irisan timun, misalnya, bisa digunakan untuk menggantikan makanan ringan olahan seperti keripik dan biskuit.

Dong menyarankan timun dikombinasikan dengan makanan kaya serat seperti saus berbahan kacang-kacangan atau hummus.

Chef asal New York Isaac Bernal mengatakan timun juga dapat menambah volume pada makanan tanpa menambahkan banyak kalori. Kandungan air dan teksturnya sekaligus membuat makanan terasa lebih ringan dan segar.

4. Acar Fermentasi Bisa Bermanfaat untuk Usus

Manfaat timun juga dapat diperoleh dalam bentuk acar, terutama acar yang dibuat melalui proses fermentasi.

Profesor nutrisi dan dietetika University of South Florida Heewon L Gray mengatakan acar fermentasi dibuat dengan merendam timun dalam larutan garam yang memungkinkan bakteri bermanfaat berkembang. Makanan fermentasi sendiri telah dikaitkan dengan penurunan peradangan serta kesehatan saluran pencernaan yang lebih baik.

Namun, tidak semua acar merupakan produk fermentasi. Acar biasa dapat melalui proses pasteurisasi atau dibuat menggunakan cuka untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Acar fermentasi umumnya disimpan di bagian pendingin dan memiliki keterangan seperti "fermented", "probiotic", atau "containing live cultures" pada kemasannya.

Meski demikian, kandungan garamnya perlu diperhatikan. Satu potong acar dill dapat mengandung sekitar 326 miligram natrium atau setara 14% dari batas konsumsi harian yang direkomendasikan.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Luis Figo Desak Infantino Mundur Usai Kontroversi Saham Piala Dunia