Studi Ungkap Makanan Ini Bisa Turunkan Risiko Kanker hingga 15%

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Rabu, 05/08/2026 10:35 WIB
Foto: Ilustrasi kanker. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan antara pola makan dan risiko kanker selalu menjadi topik hangat yang memicu perdebatan. Di tengah simpang siur informasi nutrisi, sebuah studi prospektif skala besar yang diterbitkan dalam jurnal NPJ Breast Cancer membawa angin segar.

Penelitian berbasis data UK Biobank ini menemukan bahwa konsumsi makanan kaya flavonoid secara konsisten dapat menurunkan risiko kanker payudara, bahkan bagi wanita yang memiliki risiko genetik tinggi.

Melansir Eating Well, para peneliti mengamati data dari 93.271 wanita selama rata-rata 12 tahun. Untuk mengukur tingkat konsumsi, tim ahli menggunakan metode Skor Flavodiet (FDS) yang berfokus pada 10 asupan utama yakni teh, apel, beri, anggur, jeruk, jeruk bali, paprika manis, bawang, cokelat hitam, dan anggur merah (red wine).


Hasil analisis menunjukkan bahwa wanita dengan konsumsi flavonoid tertinggi memiliki risiko terkena kanker payudara 15% lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Makanan apa yang mengandung flavonoid?

Secara spesifik, senyawa flavonoid jenis flavanon dan proantosianidin yang banyak ditemukan pada apel dan buah sitrus seperti jeruk menjadi kontributor utama dalam penurunan risiko tersebut. Manfaat ini juga terbukti konsisten, baik pada wanita pra-menopause maupun pasca-menopause.

Temuan paling menarik dari studi ini berkaitan dengan faktor hereditas. Peneliti mengombinasikan data dengan skor risiko poligenik (menggunakan 168 penanda genetik kanker payudara).

Hasilnya, wanita yang memiliki kecenderungan genetik tinggi terhadap kanker payudara tetap mendapatkan perlindungan risiko yang signifikan jika mereka rutin mengonsumsi makanan tinggi flavonoid. Pilihan gaya hidup sehat ini terbukti mampu meminimalkan kerentanan yang dibawa sejak lahir.

Meski hasilnya menjanjikan, para pakar mengingatkan agar masyarakat menyikapi temuan ini secara bijak. Karena bersifat observasional, studi ini hanya menunjukkan korelasi kuat dan belum bisa mendiagnosis hubungan sebab-akibat secara mutlak.

Mengonsumsi lebih banyak apel, beri, jeruk, paprika, hingga teh hijau ke dalam menu harian adalah langkah sederhana, murah, dan aman yang dapat mendukung deteksi dini serta perawatan medis konvensional dalam menekan risiko kanker payudara.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Spider-Man: Brand New Day Raup Pendapatan Rp15,3 T Secara Global