Tanggapi Kabinet Bayangan, Wapres Gibran Dorong Pengawasan Publik

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
29 July 2026 14:04
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunggah video sedang mengelus seekor kucing saat menyampaikan terkait Artificial Intelligence (AI) pada Instagram Pribadinya. (Instagram/gibran_rakabuming)
Foto: Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengunggah video sedang mengelus seekor kucing saat menyampaikan terkait Artificial Intelligence (AI) pada Instagram Pribadinya. (Instagram/gibran_rakabuming)

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Gibran Rakabuming menanggapi berdirinya Kabinet Bayangan bentukan masyarakat sipil. Wapres mempersilakan inisiatif yang mendorong transparansi selama hal tersebut masih dalam koridor yang sehat. 

"Saya menghormati setiap bentuk partisipasi masyarakat, termasuk pengamat, akademisi, awak media, serta inisiatif anak-anak muda dalam menyampaikan masukan maupun membentuk kabinet bayangan... Selama pengawasan publik disampaikan secara objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi, saya memandangnya sebagai bahan evaluasi yang baik bagi jalannya pemerintahan," kata Wapres dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7). 

Wapres menegaskan, pada prinsipnya, pemerintah menerima dan menghormati setiap bentuk kritik dan masukan publik dengan tangan terbuka. Semua itu, kata dia, merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi yang sehat.

"Karena tugas pemerintah adalah bekerja dengan lebih baik, mendengar lebih banyak, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat itulah, kualitas tata kelola pemerintahan akan terus meningkat, demokrasi Indonesia akan semakin matang, dan kepercayaan publik dapat terus dijaga melalui kerja nyata, keterbukaan, serta akuntabilitas," tegasnya. 

Sebelumnya, sejumlah masyarakat sipil yang terdiri dari pengamat dan akademisi membuat Kabinet Bayangan sebagai bentuk pengawasan publik sekaligus mendorong transparansi dari setiap kebijakan pemerintah. Kabinet ini dibentuk karena fungsi oposisi dan pengawasan oleh parlemen dinilai berjalan tidak efektif.

Para 'menteri' di Kabinet Bayangan bakal menyusun kajian berbasis bukti, bersikap non-partisan, serta menantang debat terbuka para menteri kabinet resmi.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Tanggapi Kritik Keras Publik, Wapres Gibran Janji Benahi MBG


Most Popular
Features