14 Mamalia Jadi Juara Tidur Dunia, Ada yang Molor 20 Jam Sehari

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Selasa, 28/07/2026 15:20 WIB
Foto: Harimau Sumatera di Kebun Binatang Taronga, Sydney, Australia (Taronga Zoo Sydney/Handout via REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Berapa banyak waktu tidur yang sebenarnya dibutuhkan oleh seekor mamalia? Jawabannya ternyata sangat bervariasi dan tidak sesederhana ukuran tubuh semata.

Durasi tidur mamalia ternyata tidak hanya ditentukan oleh ukuran tubuh, melainkan kombinasi rumit antara metabolisme, pola makan, tingkat keamanan habitat, dan risiko predator.

Penelitian Savage & West yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), yang dilansir dari Visual Capitalist, mengungkap bahwa variasi waktu tidur antar-spesies mencerminkan strategi bertahan hidup yang unik.


Para "Juara Tidur" di Dunia Mamalia

1. Kelelawar cokelat kecil

2. Kelelawar cokelat besar

3. Opossum berekor tebal

4. Armadillo raksasa

5. Opossum Amerika Utara

6. Armadillo berhidung panjang

7. Monyet burung hantu

8. Tupai tanah Arktik

9. Tupai tanah berbulu emas

10. Babi hutan Amerika Timur

11. Harimau

12. Tikus tanah berekor pendek besar

13. Babi hutan Amerika Barat

14. Muskrat berekor bulat

Penelitian menunjukkan bahwa di kasta tertinggi para pencinta tidur, kelelawar cokelat kecil memimpin dengan total waktu tidur mencapai 19,9 jam per hari. Posisi ini ditempel ketat oleh kelelawar cokelat besar (19,7 jam) dan opossum berekor tebal (19,4 jam).

Kelompok mamalia yang paling lama tidur ini umumnya berukuran kecil (seperti armadillo, tupai, dan monyet burung hantu) yang memiliki metabolisme cepat sehingga tekanan tidur mereka menumpuk lebih cepat.

Mengapa Mereka Tidur Sangat Lama?

Analisis dari Savage & West mengungkapkan bahwa mamalia kecil umumnya memiliki metabolisme yang lebih cepat, yang membuat tekanan tidur (rasa kantuk) terakumulasi lebih cepat. Alih-alih tidur sekaligus dalam satu waktu, hewan-hewan ini sering kali membagi waktu istirahat mereka menjadi beberapa periode (polifasik) sepanjang hari, sehingga total akumulasinya menjadi sangat tinggi.

Selain metabolisme, faktor keamanan tempat tidur memegang peran krusial. Hewan yang tidur di lokasi terlindungi-seperti gua, liang bawah tanah, atau lubang pohon-memiliki risiko predasi yang jauh lebih rendah. Keamanan inilah yang membuat mereka bisa menikmati tidur nyenyak dalam waktu yang lama tanpa khawatir disergap musuh.

Berbanding terbalik dengan mereka, mamalia yang memiliki waktu tidur paling singkat didominasi oleh herbivora besar yang hidup di lingkungan terbuka. Di posisi paling bawah, jerapah tercatat hanya tidur rata-rata 1,9 jam per hari, diikuti oleh kuda (2,9 jam) dan rusa roe (3,0 jam).

Hewan herbivora lebih jarang tidur karena alasan yang logis: rumput dan dedaunan adalah sumber makanan yang rendah energi. Akibatnya, hewan seperti gajah dan sapi harus menghabiskan mayoritas waktu dalam sehari hanya untuk mengunyah makanan demi memenuhi kebutuhan kalori tubuh mereka yang besar.

Faktor kedua adalah posisi mereka di rantai makanan. Hidup di padang rumput atau alam terbuka membuat mereka sangat rentan terhadap predator. Konsekuensinya, mereka dituntut untuk selalu waspada. Kebutuhan makan yang tinggi dan keharusan menjaga diri dari ancaman pemangsa menciptakan batasan alami yang memangkas waktu tidur mereka secara signifikan.

Seekor harimau yang berada di puncak rantai makanan dapat dengan aman tidur selama 15,8 jam, sementara seekor gajah Afrika harus tetap aktif hampir sepanjang hari demi mempertahankan kelangsungan hidupnya. 


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Puji Piala Dunia 2026 sebagai Salah Satu Acara Terbesar