Gara-Gara Tren Diet Viral, Banyak Anak Muda Masuk Rumah Sakit

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 27/07/2026 13:05 WIB
Foto: Ilustrasi (Photo by i yunmai on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah metode penurunan berat badan yang tidak konvensional dan ekstrem kini tengah menjadi tren di media sosial China. Para influencer kedapatan mempromosikan ramuan penurun berat badan dengan cara mencampur teh tanpa gula dengan enema gliserin-sebuah obat pencahar yang seharusnya hanya digunakan untuk luar tubuh.

Mengutip South China Morning Post, tren ini viral dalam beberapa minggu terakhir setelah muncul klaim bahwa ramuan tersebut mampu menurunkan berat badan hingga 4 kilogram hanya dalam waktu dua hari. Dalam video-video yang beredar, tampak para pembuat konten memasukkan cairan enema ke dalam botol teh, mengocoknya, lalu meminumnya. Mereka mengeklaim efek penurunan berat badan yang instan didapat dari seringnya buang air besar.

Sayangnya, jalan pintas ini membawa petaka bagi banyak pengguna internet yang mencoba menirunya.


Seorang wanita bernama Ma menceritakan pengalaman buruknya kepada media lokal. Meski rasanya agak manis, dia langsung merasa sangat tidak nyaman setengah jam setelah meminum ramuan tersebut. Upayanya meredakan sakit dengan air hangat gagal, dan ia justru mengalami diare serta muntah berulang kali.

"Saya ke toilet setiap jam sekali. Saya tidak bisa tidur sepanjang malam," ungkap Ma.

Fenomena ini memicu kekhawatiran besar di kalangan praktisi medis. Sebuah rumah sakit besar di Provinsi Henan melaporkan bahwa sejak awal Juli mereka telah menerima banyak pasien darurat yang jatuh sakit akibat mencoba metode pelangsingan ekstrem ini. Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa teh tanpa gula sendiri sudah mengandung teofilin, polifenol, dan asam tanat yang bisa memicu diare pada perut yang sensitif.

"Jika enema gliserin ditambahkan ke dalam teh, efek pencahar akan berlipat ganda. Ini adalah 'pukulan ganda' bagi sistem pencernaan," kata pihak rumah sakit lewat akun media sosial mereka.

Rumah sakit menegaskan bahwa enema gliserin dilarang keras untuk dikonsumsi secara oral dan tidak ada bukti ilmiah yang mendukung efek pelangsingan jika dicampur teh.

Senada dengan hal tersebut, Sun Hailan, seorang ahli gizi dari Rumah Sakit Wanita dan Anak Chongqing, memperingatkan dampak fatal dari konsumsi obat luar ini. Menurutnya, meminum enema gliserin dapat merusak mukosa usus dan menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya bagi tubuh.

"Meskipun berat badan Anda turun, yang hilang bukanlah lemak, melainkan feses yang mengeras dan banyak air dari tubuh Anda. Setelah Anda mengisi kembali cairan tubuh, berat badan akan kembali naik dalam waktu singkat. Ini sama sekali tidak membantu penurunan berat badan," ungkap Sun.

Kasus diet ekstrem yang berujung di rumah sakit bukan kali pertama ini terjadi di China. Sebelumnya, seorang wanita berusia 25 tahun di Provinsi Zhejiang juga harus dilarikan ke rumah sakit dan didiagnosis menderita pankreatitis akut setelah menjalani diet ekstrem, di mana ia makan berlebihan hanya sekali seminggu dan kelaparan selama enam hari sisanya.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Puji Piala Dunia 2026 sebagai Salah Satu Acara Terbesar