STY Kena Sanksi Berat 10 Tahun dari Federasi Korea, Ini Biang Keroknya
Jakarta, CNBC Indonesia - Mantan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong mendapatkan hukuman berat berupa larangan melatih selama 10 tahun dari Korea Football Association (KFA). Sanksi berat ini didapat STY usai insiden selama dia melatih di Ulsan HD pada 2025 lalu.
Melangsir media lokal Ichannela, kasus ini bermula dari dugaan bahwa STY melakukan aksi kekerasan kepada bek Ulsan, Jung Seung-hyun saat acara perkenalan resmi klub. Insiden tersebut kemudian menjadi viral. Belum lagi ada dugaan STY bermain golf di tengah jadwal kompetisi.
KFA kemudian membuka investigasi bersama Pusat Etika Olahraga di bawah kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata. Hasilnya STY dikenakan hukuman cukup berat.
Dari informasi yang beredar, STY dilarang beraktivitas di sepakbola Korea, termasuk melatih klub di sana selama 10 tahun. Namun STY masih bisa beraktivitas di sepakbola di luar Korea.
"Kami hanya diberitahu bahwa detail tindakan disiplin tersebut tidak dapat diungkapkan karena melibatkan informasi pribadi yang sensitif," ujar salah seorang pejabat KFA.
STY Buka Suara
Usai mendapatkan hukuman beras, STY buka suara. Melansir detiksport, STY mengaku hukuman tersebut tidak adil.
"Ada banyak aspek yang terasa tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenaran. Tetapi murid-murid saya bisa terluka jika saya berbicara, dan suasana (sepakbola) domestik juga sedang tidak baik," jelas STY yang kini menangani klub Persija Jakarta.
Shin mengaku sedang mempertimbangkan untuk banding. Yang pasti, hukuman tersebut hanya berlaku di Korsel dan tidak berpengaruh dengan pekerjaannya kini sebagai pelatih Persija Jakarta.
(wur/wur) Add
source on Google