Proyek Kastil Mewah Rp3 Triliun Gagal Total, Kini Jadi Kota Mati

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 23/07/2026 14:35 WIB
Foto: Burj Al Babas, Turki

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah proyek perumahan mewah senilai sekitar US$200 juta atau sekitar Rp3,58 triliun (asumsi kurs Rp17.910/US$) di Turki berubah menjadi kota mati setelah pengembangnya bangkrut. Ratusan vila bergaya kastil mewah yang dibangun untuk menarik pembeli kaya dari Timur Tengah kini terbengkalai tanpa pernah dihuni.

Kompleks bernama Burj Al Babas itu berada di dekat kota Mudurnu, Turki. Pemandangan ratusan bangunan kastil putih yang berdiri berjajar membuat kawasan tersebut terlihat seperti latar film fantasi atau taman hiburan Disney.

Proyek ini awalnya digagas sebagai kawasan hunian mewah yang menawarkan lebih dari sekadar perumahan. Selain vila-vila bergaya château Prancis, pengembang juga merencanakan pusat perbelanjaan, restoran, pemandian khas Turki (Turkish bath), spa, fasilitas olahraga hingga area hiburan.

Burj Al Babas, Turki, kota hantu terbesar di dunia. (Facebook/Burj Al Babas Thermal Resort) Foto: Burj Al Babas, Turki



Melansir Times of India, Kamis (23/7/2026), pembangunan dimulai pada 2014 oleh Sarot Group dengan target membangun 732 vila. Masing-masing rumah dipasarkan dengan harga sekitar US$370.000 hingga US$530.000 dan menyasar pembeli kaya, terutama dari negara-negara Teluk. Namun hingga proyek terhenti, hanya sekitar 587 vila yang berhasil dibangun sebagian.

Arsitektur Burj Al Babas sengaja dibuat mencolok agar berbeda dari proyek properti mewah lainnya. Vila-vila tersebut menggabungkan desain kastil Eropa dengan fasilitas modern layaknya resor.



Lokasinya yang berada di kawasan pegunungan dan hutan dekat Istanbul juga dipromosikan sebagai destinasi liburan premium yang lebih tenang dibanding kawasan pesisir Turki yang ramai wisatawan. Pengembang berharap konsep tersebut mampu menarik investor internasional, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

Meski dilaporkan telah menjual sekitar 350 vila, proyek ini akhirnya mengalami kesulitan keuangan. Perlambatan ekonomi Turki, ketidakstabilan nilai tukar mata uang, serta melemahnya minat investor asing membuat tekanan terhadap pengembang semakin besar.

Pada saat yang sama, biaya konstruksi juga terus meningkat sehingga utang perusahaan membengkak. Pada 2018, pembangunan akhirnya dihentikan dan Sarot Group mengajukan perlindungan kebangkrutan. Sejak saat itu, ratusan vila dibiarkan dalam kondisi belum selesai dibangun.



Tak Pernah Ada Penghuni

Burj Al Babas, Turki, kota hantu terbesar di dunia yang dihuni ratusan kastil Disney. (Facebook/Burj Al Babas Thermal Resort) Foto: Burj Al Babas, Turki

Salah satu anggapan yang berkembang adalah para penghuni meninggalkan kawasan tersebut secara misterius. Namun kenyataannya, vila-vila di Burj Al Babas tidak pernah benar-benar dihuni.

Sebagian besar bangunan hanya memiliki struktur luar yang selesai dibangun. Interior rumah, jaringan utilitas, serta berbagai infrastruktur penting belum pernah dirampungkan sehingga kawasan itu belum layak ditempati.

Karena proyek berhenti sebelum siap digunakan, vila-vila tersebut sejak awal memang kosong dan lambat laun berubah menjadi kota mati. Hingga sekarang, pengunjung masih dapat melihat deretan kastel putih identik yang membentang di perbukitan.

Banyak bangunan masih memperlihatkan material konstruksi yang terbuka, ruangan kosong, serta interior yang belum pernah diselesaikan. Jalan-jalan di dalam kompleks memang telah dibangun, tetapi berbagai fasilitas pendukung seperti pusat perbelanjaan, spa, dan area komunitas tidak pernah terealisasi.

Alih-alih menjadi kawasan hunian mewah, Burj Al Babas kini justru menjadi destinasi favorit fotografer, pembuat film drone, hingga para urban explorer yang tertarik mengunjungi bangunan-bangunan terbengkalai.

Masih Berpeluang Dihidupkan

Setelah proses kebangkrutan, pihak yang terkait dengan pengembang sempat menyatakan harapan agar sebagian proyek dapat diselesaikan melalui restrukturisasi keuangan. Meski pembahasan mengenai kebangkitan proyek ini beberapa kali muncul, sebagian besar kawasan Burj Al Babas hingga kini masih belum selesai dibangun dan tetap kosong.

Belum ada kepastian apakah kawasan tersebut akan dilanjutkan pembangunannya, dikembangkan kembali, atau dibiarkan menjadi pengingat salah satu kegagalan proyek properti paling ambisius di Turki.

Burj Al Babas kini menjadi salah satu kompleks terbengkalai paling terkenal di internet. Deretan kastel identik yang kosong dipadukan dengan kisah kegagalan investasi menjadikan kawasan ini kerap muncul dalam dokumenter, liputan perjalanan, hingga media sosial sebagai simbol bagaimana perubahan kondisi ekonomi dapat menggagalkan proyek properti berskala besar.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Puji Piala Dunia 2026 sebagai Salah Satu Acara Terbesar