Jadi Favorit Warga RI, Ikan Ini Ternyata Menyerap Racun dalam Air

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 23/07/2026 10:05 WIB
Foto: Infografis/ Lele/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Ikan lele dikenal sebagai salah satu sumber protein yang murah dan mudah ditemukan di Indonesia. Di balik kandungan gizinya yang baik bagi tubuh, penelitian mengungkap ikan ini memiliki kemampuan menyerap berbagai zat pencemar dari lingkungan tempat hidupnya.

Temuan tersebut bukan berarti lele berbahaya untuk dikonsumsi. Namun, kualitas air tempat ikan dibudidayakan menjadi faktor penting karena berbagai polutan, termasuk logam berat, dapat terakumulasi di dalam tubuh ikan apabila hidup di perairan yang tercemar.

Melansir Seafood Watch, Kamis (23/7/2026), lele memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah, sekitar 1 gram per porsi, serta kaya akan asam lemak omega-3 DHA dan EPA hingga 300 miligram per porsi. Kandungan tersebut berperan dalam menjaga kesehatan jantung dan mendukung fungsi otak.


Meski begitu, penelitian menunjukkan ikan lele (Clarias sp. dan spesies catfish lainnya) mampu mengakumulasi berbagai polutan seperti logam berat dan polutan organik persisten melalui penyerapan air, bahan makanan yang terkontaminasi, serta limbah industri yang kemudian tersimpan di jaringan tubuh ikan.

Ikan lele dapat mengakumulasi polutan seperti PCB, pestisida, dan logam berat seperti merkuri, timbal, serta kadmium dari air dan sedimen yang telah tercemar, menurut riset yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research.

Ikan lele liar dari sungai yang tercemar memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan ikan lele yang dibudidayakan di perairan yang lebih bersih.

Studi di Sungai Paraopeba, Brasil, melaporkan logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), kromium (Cr), timbal (Pb), dan seng (Zn) terakumulasi dalam jaringan ikan lele. Kandungan logam berat bahkan kerap ditemukan lebih tinggi pada organ dalam, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Agar lebih aman mengonsumsi ikan lele, masyarakat disarankan memilih ikan yang dibudidayakan di kolam bersih dan dikelola dengan baik. Sebab, risiko kesehatan pada lele umumnya berasal dari paparan polutan di lingkungan tempat hidupnya, bukan dari ikan itu sendiri.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Puji Piala Dunia 2026 sebagai Salah Satu Acara Terbesar