Anak Sering Sakit Perut dan Susah BAB? Ini Solusi dari Pakar Gastro

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
22 July 2026 17:55
Ilustrasi Anak-Anak
Foto: Ilustrasi Anak-Anak

Jakarta, CNBC Indonesia - Orang tua mana yang tidak cemas jika mendapati buah hatinya mengalami sakit perut berulang, mual, sulit Buang Air Besar (BAB), hingga berat badan yang tidak kunjung naik. Gejala-gejala ini tidak boleh dianggap remeh, karena sistem pencernaan anak belum sematang orang dewasa.

Konsultan Gastroenterohepatologi Anak dari Eka Hospital MT Haryono, Dr. dr. Eva Jeumpa Soelaeman, Sp.A (K), menjelaskan bahwa sistem pencernaan anak itu unik dan berbeda dari orang dewasa. Penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah gangguan tumbuh kembang anak di masa depan.

"Pencernaan anak bukan sekadar versi kecil dari orang dewasa tapi ia memiliki keunikan yang butuh penanganan spesifik. Penanganan dini hari ini adalah perlindungan terbaik untuk tumbuh kembangnya di masa depan," kata Dr. dr. Eva saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa 21 Juli 2026.

Menurut Dr. dr. Eva J, ada beberapa penyakit dan gangguan pencernaan yang paling sering ditangani oleh dokter gastro anak, di antaranya:

1. Konstipasi (Sembelit) Kronis

Kesulitan BAB yang berlangsung lama, sering kali dipicu oleh pola makan kurang serat atau faktor psikologis anak (seperti trauma saat BAB keras).

2. Diare Akut dan Kronis

Infeksi atau intoleransi makanan yang menyebabkan anak kehilangan banyak cairan.

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada Anak

Kondisi di mana asam lambung naik kembali ke kerongkongan, sering memicu mual dan muntah.

4. Alergi Makanan & Intoleransi Laktosa

Reaksi sistem kekebalan tubuh atau ketidakmampuan mencerna zat tertentu yang memicu gangguan perut.

5. Gangguan Penyerapan Nutrisi (Malabsorpsi)

Kondisi yang membuat berat badan anak sulit naik meskipun sudah makan banyak.

Peran Krusial Pola Makan untuk Pencernaan Anak

Pola makan memegang peran kunci, baik sebagai langkah pencegahan maupun bagian dari terapi penyembuhan gangguan pencernaan anak. Dr. dr. Eva menekankan pentingnya orang tua dalam mengatur apa yang dikonsumsi oleh anak sehari-hari.

"Saluran pencernaan anak adalah motor utama penyerapan nutrisi mereka. Dengan konsisten mengatur jenis makanan, porsi, hingga jadwal kebiasaan harian, orang tua tidak hanya menyembuhkan gangguan yang ada, tetapi juga membangun benteng pencegahan agar masalah pencernaan tidak datang kembali," paparnyq.

Berikut adalah beberapa langkah nyata dalam mengatur pola makan anak:

1. Cukupi Kebutuhan Serat dan Air

Pastikan anak mengonsumsi cukup sayur, buah, dan air putih untuk mencegah konstipasi.

2. Batasi Makanan Olahan (Ultra-Processed Food):

Kurangi camilan yang tinggi gula, garam, dan pengawet karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik (mikrobioma) di usus anak.

3. Perhatikan Gejala Alergi

Jika anak sering kembung atau diare setelah mengonsumsi susu sapi atau makanan tertentu, segera catat dan konsultasikan ke dokter untuk eliminasi diet yang tepat.

4. Jadwal Makan yang Teratur

Membiasakan anak makan tepat waktu membantu melatih asam lambung dan sistem pencernaan bekerja lebih stabil.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jangan Salahkan Nasi, Ternyata Ini Penyebab Utama Perut Buncit


Most Popular
Features