Nyeri Rahang Bisa Jadi Pertanda Awal Masalah Jantung, Ini Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi sebagian orang mendengar kata serangan jantung, mungkin yang terlintas adalah nyeri dada yang hebat atau sesak napas mendadak. Namun, kenyataannya gejala awal serangan jantung bisa muncul di tempat yang tidak terduga, salah satunya adalah nyeri rahang.
Rasa sakit di rahang, leher, atau punggung kerap kali diabaikan atau disalahpahami sebagai masalah gigi biasa. Akibatnya, banyak pasien terlambat mencari bantuan medis yang krusial untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Mengapa Masalah Jantung Menyebabkan Sakit di Rahang?
Mengutip Very Well Health, secara medis kondisi ini disebut nyeri alih (referred pain). Hal ini terjadi karena jantung tidak memiliki ujung saraf sensorik langsung pada permukaan kulit.
Saat otot jantung kekurangan oksigen akibat penyumbatan aliran darah (iskemia), sinyal rasa sakit dikirimkan ke otak melalui sumsum tulang belakang. Jalur saraf ini bercabang bersama saraf-saraf yang mengarah ke area kepala, leher, dan rahang.
Otak kemudian salah menerjemahkan sinyal tersebut, seolah-olah rasa sakit itu bersumber dari rahang Anda.
Karakteristik Nyeri Rahang Akibat Serangan Jantung
Membedakan nyeri rahang akibat masalah gigi dan masalah jantung memang menantang, namun penderita serangan jantung umumnya mendeskripsikan nyeri rahang tersebut dengan ciri khas berikut:
- Sensasi yang menekan
Terasa seperti dihimpit benda berat, dicengkeram kuat, atau diremukkan perlahan.
- Sensasi terbakar
Rasa panas yang tidak nyaman menjalar dari leher hingga rahang bawah.
- Muncul setelah beraktivitas
Nyeri seringkali dipicu oleh aktivitas fisik (olahraga) atau stres emosional, meskipun tetap bisa muncul tiba-tiba saat beristirahat.
Wanita Lebih Berisiko Mengalami Gejala Ini
Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 4 dari 10 orang yang mengalami serangan jantung mengeluhkan rasa nyeri di area wajah dan mulut (nyeri orofasial). Bahkan, sekitar 4% pasien mengalami nyeri rahang sebagai satu-satunya gejala serangan jantung tanpa disertai nyeri dada sama sekali. Menariknya, wanita memiliki kecenderungan yang jauh lebih tinggi untuk mengalami nyeri rahang sebagai gejala utama dibandingkan dengan pria.
Nyeri rahang ini tidak selalu terjadi secara mendadak. Dalam sebuah kasus medis, seorang pria menahan nyeri rahang selama lima tahun dan mengiranya sebagai masalah gigi kronis. Setelah dirujuk ke ahli jantung, barulah diketahui bahwa ia mengidap penyakit arteri koroner yang parah.
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan Medis?
Jangan pernah menyepelekan nyeri rahang yang tiba-tiba, hebat, dan terus-menerus. Segera hubungi nomor darurat atau datangi Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat jika nyeri rahang Anda disertai dengan:
1. Sesak napas atau napas terasa berat.
2. Dada terasa tertekan, sesak, atau tidak nyaman.
3. Keringat dingin, pusing, lemas, atau mual.
4. Anda memiliki riwayat penyakit jantung seperti aritmia, gagal jantung, atau hipertensi.
Jika serangan jantung teridentifikasi sebagai penyebab utamanya, dokter akan segera bertindak untuk melancarkan kembali aliran darah yang tersumbat guna mencegah kerusakan otot jantung yang lebih parah.
Setelah masa kritis terlewati, pasien diwajibkan mengikuti program rehabilitasi jantung yang meliputi panduan olahraga yang aman, pengaturan pola makan yang sehat, serta pengobatan rutin guna meminimalkan risiko serangan jantung di masa depan.
(miq/miq) Add
source on Google