Awas, Nyeri Dada Sampai Punggung Bisa Jadi Tanda Aorta Jantung Robek
Jakarta, CNBC Indonesia - Nyeri hebat yang muncul tiba-tiba di dada atau punggung dapat menjadi tanda kegawatdaruratan jantung, seperti diseksi aorta, yaitu robekan pada pembuluh darah utama jantung yang dapat mengganggu aliran darah ke berbagai organ vital, bahkan menimbulkan perdarahan internal yang mengancam nyawa. Kondisi ini sangat berbahaya dan harus mendapat penanganan yang cepat dan tepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mencegah kondisi pasien memburuk dalam waktu singkat.
Kondisi ini juga menjadi perhatian dr. Dicky Alligheri dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan. Menurutnya, nyeri akibat diseksi aorta sering kali mirip dengan serangan jantung, padahal kondisi ini merupakan kegawatdaruratan dengan risiko kematian yang jauh lebih tinggi apabila terlambat dikenali dan ditangani. Karena itu, pasien harus segera dievaluasi oleh tim medis yang berpengalaman dalam menangani penyakit aorta.
"Kondisi gawat darurat diseksi aorta perlu mendapat penanganan segera, dilakukan pemeriksaan klinis, dan pencitraan untuk melihat kondisi pembuluh darah secara detail. Selanjutnya, tindakan akan disesuaikan dengan lokasi robekan dan kondisi pasien, mulai dari pengendalian tekanan darah secara ketat, bedah minimal invasif pada pembuluh darah (endovaskular), hingga operasi darurat," terang dr. Dicky dikutip dari keterangannya, Kamis (16/7/2026).
Keterlambatan penanganan pada diseksi aorta dapat berisiko fatal, sehingga penting untuk segera mengenali tanda bahayanya. Dokter Yan Efrata Sembiring, dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, diseksi aorta dapat menimbulkan nyeri tajam seperti robekan atau terbelah pada dada yang dapat menjalar ke punggung, perut, atau pinggang.
"Keluhan ini dapat disertai keringat dingin, sesak napas, pingsan, kelemahan satu sisi tubuh, gangguan bicara, hingga perbedaan denyut dan tekanan darah antara kedua lengan," ungkapnya.
"Diseksi aorta lebih berisiko terjadi pada orang dengan hipertensi, pembesaran aorta, kelainan jantung bawaan, penyakit jaringan tubuh, riwayat keluarga, cedera, atau usia lanjut. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi tanpa faktor risiko yang jelas. Karena itu, pengendalian faktor risiko dan perubahan gaya hidup sangat penting untuk mencegah diseksi aorta," tambah dr. Yan.
Penanganan diseksi aorta membutuhkan respons cepat, koordinasi yang tepat, serta dukungan fasilitas dan tim medis yang siap menangani kondisi kegawatdaruratan jantung. Menjawal kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital memiliki layanan Cardiac Emergency 24/7, bersama tim dokter dan perawat berpengalaman, termasuk Dokter Spesialis Anestesi yang siaga 24 jam, untuk kasus yang membutuhkan tindakan bedah maupun perawatan intensif lanjutan. Fasilitas Cath Lab juga tersedia untuk membantu memastikan proses diagnosis dapat dilakukan secara cepat dan akurat.
Untuk pemeriksaan keluhan nyeri dada yang bisa menjadi tanda berbagai kondisi serius, termasuk diseksi aorta, Mayapada Hospital memiliki layanan Chest Pain Unit untuk pemeriksaan awal nyeri dada secara menyeluruh dan gratis jika bukan karena serangan jantung. Penanganan berbagai penyakit jantung dapat melalui Cardiovascular Center, layanan komprehensif yang mencakup pencegahan, diagnosis, tindakan intervensi, bedah jantung, hingga rehabilitasi.
Didukung tim dokter multidisiplin, teknologi mutakhir, serta pendampingan Cardiac Advisor bagi pasien dan keluarga sejak awal perawatan hingga pemulihan, layanan ini tersedia di Mayapada Hospital Jakarta (Kuningan, Lebak Bulus, Cakung), Tangerang, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Nusantara.
Untuk penjadwalan konsultasi bersama dokter jantung di Mayapada Hospital dapat dilakukan melalui call center 150770 atau WhatsApp 0817-1715-077. Informasi lengkap seputar layanan jantung di seluruh unit Mayapada Hospital dapat ditemukan dalam fitur Health Articles dan Tips di MyCare, serta fitur Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access untuk memantau detak jantung, kalori, langkah, dan Body Mass Index (BMI).
(rah/rah) Add
source on Google