Lagu Oasis "Wonderwall" Berjaya Lagi, Jadi Nyanyian Kemenangan Inggris
Jakarta, CNBC Indonesia - Lagu legendaris Oasis, "Wonderwall", kembali bergema dan mencuri perhatian selama Piala Dunia 2026. Lagu yang dirilis pada 1990an itu menjadi nyanyian wajib para pemain dan pendukung Timnas Inggris setiap kali The Three Lions meraih kemenangan.
Dalam perjalanan menuju babak semifinal, para pemain Inggris selalu merayakan kemenangan dengan menyanyikan "Wonderwall" bersama suporter di stadion. Momen tersebut salah satunya terjadi setelah Inggris mengalahkan Kroasia dalam pertandingan pembuka di Dallas Stadium.
Kapten Timnas Inggris Harry Kane bahkan menyebut perayaan tersebut sebagai salah satu momen favoritnya selama mengenakan seragam The Three Lions.
"Itu merupakan salah satu momen favorit saya selama mengenakan seragam Inggris, terutama dalam sebuah turnamen besar," kata Kane, dikutip dari Fox Sports, Senin (13/7/2026).
Lantas, mengapa Inggris memilih "Wonderwall" sebagai lagu perayaan?
Setiap tim peserta Piala Dunia diketahui menyerahkan daftar lagu kepada FIFA untuk diputar sebelum dan sesudah pertandingan. Inggris memasukkan tiga lagu, yakni "Wonderwall" dari Oasis, "Sweet Caroline" milik Neil Diamond, serta "Hey Jude" dari The Beatles.
Pemilihan "Hey Jude" juga menjadi bentuk penghormatan kepada salah satu bintang Inggris, Jude Bellingham. Pada turnamen-turnamen sebelumnya, "Sweet Caroline" kerap menjadi lagu utama dalam perayaan kemenangan Inggris.
Namun, di Piala Dunia 2026, "Wonderwall" perlahan mengambil alih dan menjadi lagu yang menyatukan pemain dengan para pendukung setelah pertandingan. Lagu tersebut juga memiliki ikatan kuat dengan Inggris.
Oasis lahir dan berkembang di Manchester, kota yang menjadi bagian penting dari sejarah musik Inggris. "Wonderwall" ditulis oleh Noel Gallagher dan dinyanyikan oleh Liam Gallagher. Meski kini lebih banyak menghabiskan waktu di Irlandia, keluarga Gallagher memiliki akar yang kuat di Manchester. Hubungan tersebut membuat "Wonderwall" terasa dekat dengan identitas sepak bola dan budaya populer Inggris.
Sementara itu, BBC International menilai kepopuleran Wonderwall juga tidak lepas dari kebangkitan Oasis. Lagu yang dirilis pada 1995 itu kembali masuk 40 besar tangga lagu Inggris setelah video para pemain Inggris menyanyikannya menjadi viral di media sosial.
Penulis biografi Oasis, PJ Harrison, mengatakan, keberhasilan Wonderwall menjadi lagu kemenangan Inggris sebenarnya terjadi secara alami dan tidak pernah direncanakan.
"Begitu lagu itu melekat pada momen emosional seperti kemenangan pertama Inggris di Piala Dunia, lagu tersebut langsung memiliki kehidupan emosionalnya sendiri dan dengan cepat membangun nostalgia," ujarnya dikutip dari BBC International.
Harrison juga menilai lirik Wonderwall yang ambigu membuat setiap orang bebas memberikan makna sendiri terhadap lagu tersebut, apakah tentang tim nasional Inggris, seorang pemain, keluarga, maupun orang yang dicintai.
Sementara itu, penulis musik sekaligus penggemar sepak bola John Robb menyebut Wonderwall sebagai lagu yang sempurna untuk sepak bola karena memadukan dua emosi yang selalu dirasakan para suporter.
"Ada euforia sekaligus melankolia. Sebagai penggemar sepak bola, setiap detik Anda bisa menang, tetapi setiap detik juga bisa kalah. Wonderwall menangkap kedua perasaan itu. Ini adalah lagu sepak bola yang sempurna," katanya.
Meski tidak pernah ditulis sebagai lagu sepak bola, penulis lagu Wonderwall, Noel Gallagher sebelumnya mengakui banyak terinspirasi oleh atmosfer tribun Stadion Maine Road, markas lama Manchester City, saat menulis lagu-lagunya.
"Sepak bola adalah tentang komunitas dan persahabatan, dan semua orang bersama-sama di saat itu, dan lagu-lagu seperti itu sangat cocok untuk itu," kata Noel Gallagher.
(hsy/hsy) Add
source on Google