Waktu Terbaik Sarapan bagi Penderita Diabetes Menurut Ahli Gizi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 1 dari 4 orang dewasa di seluruh dunia mengalami resistensi insulin, kondisi di mana sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin. Akibatnya, glukosa kesulitan berpindah dari aliran darah ke dalam sel, yang seiring waktu dapat memicu lonjakan kadar gula darah dan meningkatkan risiko prediabetes.
Meski terdengar mengkhawatirkan, kabar baiknya adalah resistensi insulin sering kali dapat diperbaiki melalui perubahan gaya hidup. Selain fokus pada diet seimbang dan aktivitas fisik teratur, waktu sarapan ternyata memegang peran krusial terhadap kondisi gula darah.
Para ahli gizi terdaftar mengungkapkan bahwa sarapan dalam waktu satu hingga dua jam setelah bangun tidur dapat membantu mendukung pengaturan gula darah dan sensitivitas insulin yang lebih baik.
Mengapa waktu terbaik sarapan adalah satu hingga dua jam setelah bangun tidur?
Saat Anda terbangun di pagi hari dan masih merasa sedikit lesu, sistem internal tubuh sebenarnya sudah mulai bekerja keras bersiap menghadapi hari. Menurut Erin Palinski-Wade, seorang ahli gizi terdaftar, ritme biologis tubuh kita memegang kendali penuh dalam proses ini.
"Penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas insulin secara alami paling tinggi di pagi hari karena biologi sirkadian. Ini artinya, tubuh Anda sedang berada dalam kondisi paling siap untuk memproses glukosa secara lebih efisien di pagi hari," jelas Palinski-Wade.
Dengan memanfaatkan jendela waktu satu hingga dua jam setelah bangun tidur untuk sarapan, Anda memberikan asupan saat mesin metabolisme tubuh sedang bekerja optimal. Hal ini membantu mencegah lonjakan gula darah yang ekstrem dan menjaga energi tetap stabil sepanjang hari.
Waktu sarapan memang berperan penting dalam pengelolaan gula darah, namun apa yang Anda konsumsi juga tidak boleh diabaikan. Pastikan Anda selalu memadukan karbohidrat dengan protein, serat, dan lemak sehat.
Hindari karbohidrat sederhana yang cepat dicerna (seperti roti putih atau kue manis). Perbanyaklah konsumsi serat yang dapat memperlambat penyerapan glukosa dan mendukung kesehatan jantung serta usus.
Jangan langsung duduk atau berbaring setelah makan. Melakukan gerakan ringan setelah makan terbukti secara ilmiah membantu mendukung pengaturan gula darah.
(hsy/hsy) Add
source on Google