Kenali Tanda Sakit Ginjal yang Sering Dikira Nyeri Pinggang Biasa
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketika area pinggang atau punggung bawah terasa sakit, sebagian besar orang akan langsung menyalahkannya pada posisi tidur yang salah atau efek setelah olahraga berat. Namun, jangan terburu-buru mengambil kesimpulan.
Bisa jadi rasa sakit tersebut bukan berasal dari otot, melainkan dari organ yang terletak lebih dalam. Karena letak ginjal berada di kedua sisi tulang belakang, membedakan nyeri pinggang biasa dengan gangguan ginjal memang gampang-gampang susah.
Para ahli medis menjelaskan bahwa kunci untuk membedakannya terletak pada lokasi spesifik, jenis sensasi rasa sakit, serta gejala penyerta lainnya. Namun yang pasti nyeri tidak boleh dianggap remeh.
"Bagian tengah ginjal itu sendiri sebenarnya tidak memiliki saraf. Jadi, ketika muncul rasa sakit di area tersebut, artinya ada sesuatu yang membuat ginjal meregang hingga mengenai saraf di dekat punggung. Dan biasanya, itu menandakan kondisi yang cukup serius," kata Sabitha Rajan, M.D., MSc, spesialis perawatan paliatif sekaligus editor pelaksana di MCG Health melansir Prevention.
Cara Membedakan Nyeri Ginjal vs. Nyeri Punggung
Untuk mengetahui apakah Anda perlu menemui dokter umum atau spesialis, perhatikan dua faktor utama berikut:
Lokasi Nyeri
- Nyeri Pinggang: Umumnya terjadi di sepanjang tulang belakang, namun paling sering berpusat di punggung bawah (daerah lumbar) karena area ini menopang beban tubuh paling besar. Jika ada saraf yang terjepit atau rusak, nyeri bisa menjalar hingga ke bokong, kaki, bahkan telapak kaki.
- Nyeri Ginjal: Muncul di area panggul atau punggung bagian tengah di kedua sisi tulang belakang. "Jika Anda meletakkan tangan secara alami di pinggang Anda, letak ginjal tepat berada di sana," kata Dr. Rajan.
Jenis dan Karakteristik Rasa Sakit
- Nyeri Punggung: Sensasinya bisa bervariasi dari nyeri tumpul hingga rasa terbakar yang tajam. Karakteristik utamanya adalah nyeri akan berubah (membaik atau memburuk) tergantung posisi tubuh atau gerakan Anda. Misalnya, sakit saat membungkuk tapi nyaman saat berdiri. Anda juga biasanya bisa merasakan titik nyeri yang tepat saat ototnya ditekan secara langsung.
- Nyeri Ginjal: Rasa sakitnya cenderung konsisten dan tidak akan membaik meski Anda mengubah posisi tubuh. Selain itu, nyeri ginjal tidak bisa dipastikan hanya dengan menekan area permukaan kulit dari luar.
Namun, nyeri ginjal tidak selalu dapat ditemukan melalui sentuhan - terutama jika Anda mencoba melakukan pemeriksaan fisik sendiri. Sebaliknya, Anda perlu mencatat konsistensi rasa sakit Anda.
"Seperti nyeri punggung, nyeri ginjal dapat bervariasi dari ringan hingga berat, tetapi nyeri ginjal cukup konsisten dan tidak berubah terlepas dari posisi tubuh," kata Santiago.
Gejala nyeri ginjal lainnya:
- Air kencing Anda tampak berdarah, gelap, atau keruh
- Air kencing Anda berbau lebih aneh dari biasanya
- Mengalami nyeri saat buang air kecil
- Ingin buang air kecil terus-menerus
- Ada batu-batu seperti kerikil di dalam air kencing Anda
- Demam atau menggigil
- Mual
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]