CNBC Insight

Usai Kalah Piala Dunia, Bek Kolombia Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
08 July 2026 10:15
Bendera Kolombia. (Dok. Pixabay)
Foto: Bendera Kolombia. (Dok. Pixabay)
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa lalu lewat relevansinya di masa kini.

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemain tim nasional Kolombia Andrés Escobar tewas ditembak usai negaranya tersingkir dari Piala Dunia 1994. Pembunuhan tersebut diduga dipicu kerugian besar yang dialami para pelaku setelah memasang taruhan pada penampilan Kolombia di turnamen tersebut.

Pada Piala Dunia 1994, Kolombia datang dengan status sebagai salah satu tim unggulan setelah tampil impresif pada babak kualifikasi. Namun, harapan itu pupus setelah kalah 3-1 dari Rumania pada laga pembuka dan kembali takluk 2-1 dari tuan rumah AS.

Dalam pertandingan melawan negeri Paman Sam pada 22 Juni 1994, Escobar mencetak gol bunuh diri saat berusaha menghalau umpan silang lawan. Gol tersebut menjadi salah satu penyebab kekalahan Kolombia sekaligus memastikan mereka gagal lolos dari fase grup.

Kepada The New York Times, dikutip Rabu (8/7/2026), kakaknya, Santiago Escobar, mengungkapkan bahwa sang adik sangat terpukul atas insiden tersebut. Selain dianggap sebagai penyebab kegagalan Kolombia, Escobar juga khawatir kariernya terancam. Saat itu, bek Atlético Nacional tersebut dikabarkan tengah diincar klub raksasa Italia, AC Milan, sebagai calon pengganti bek legendaris Franco Baresi.

Singkat cerita, empat hari setelah kembali ke Kolombia, Escobar menghabiskan malam bersama sejumlah temannya di sebuah klub malam di Medellín. Saat hendak pulang, dia dihampiri sekelompok pria yang mengejek gol bunuh dirinya di Piala Dunia 1994. Sempat terjadi adu mulut, tetapi situasi mereda setelah Escobar masuk ke mobilnya.

Namun, sesaat setelah berada di kursi kemudi, terdengar enam kali letusan senjata. Bek berusia 27 tahun itu roboh setelah ditembak dari jarak dekat. Menurut kesaksian saksi mata, pelaku bahkan berteriak "Gol!" setiap kali melepaskan tembakan sebagai ejekan atas gol bunuh diri yang dicetak Escobar di Piala Dunia.

Mengutip CBS News, penyelidikan mengungkap penembakan dilakukan Humberto Muñoz Castro, pengawal pribadi kartel narkoba Santiago Gallón Henao dan Pedro Gallón Henao. Muñoz mengaku sebagai pelaku dan dijatuhi hukuman 43 tahun penjara, tetapi hanya menjalani 11 tahun sebelum dibebaskan.

Polisi juga menemukan bahwa Santiago dan Pedro Gallón diduga mengalami kerugian besar setelah memasang taruhan pada penampilan Kolombia di Piala Dunia 1994. Keduanya diketahui memiliki hubungan dengan La Oficina de Envigado, organisasi kriminal penerus Kartel Medellín yang didirikan gembong narkoba Pablo Escobar. Dugaan itulah yang membuat pembunuhan Andrés Escobar diyakini dipicu kekalahan taruhan yang berujung aksi balas dendam.

(mfa/mfa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Messi Sudah Tua dan Posturnya Pendek, Apa Rahasia Suksesnya?


Most Popular
Features