Dokter Ungkap 5 Kebiasaan Sepele Ini Bikin Gula Darah Melonjak

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 06/07/2026 08:57 WIB
Foto: lustrasi kadar gula darah. (Freepik)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kadar gula darah secara alami akan naik dan turun sepanjang hari. Misalnya, setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, tubuh akan mengalami lonjakan kadar gula darah yang biasanya diikuti dengan penurunan energi.

Fluktuasi ini merupakan proses normal, namun jika terjadi terlalu sering dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Menurut para ahli endokrinologi, kebiasaan yang terus-menerus memicu lonjakan dan penurunan gula darah dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, prediabetes, hingga diabetes tipe 2. Karena itu, menjaga kadar gula darah tetap stabil menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kesehatan metabolik.


"Ada jutaan orang yang menderita diabetes dan pradiabetes yang belum terdiagnosis di AS. Ada komplikasi signifikan ketika seseorang mengembangkan diabetes yang berpotensi dapat dicegah," kata ahli endokrinologi Jennifer Cheng, D.O.

Berikut lima kebiasaan yang disarankan untuk dihentikan demi menjaga gula darah tetap sehat mengutip Eating Well.

1. Doyan Es Teh Manis

Minuman bersoda, teh atau kopi dengan tambahan gula berlebih, minuman energi, hingga jus dengan gula tambahan dapat menyebabkan lonjakan gula darah dalam waktu singkat. Para ahli menyarankan untuk lebih sering memilih air putih, teh tanpa gula, atau minuman rendah gula sebagai alternatif yang lebih sehat.

"Hal ini dapat menyebabkan peningkatan tajam kadar gula darah dan insulin. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin minuman manis, dan bahkan jus buah dalam jumlah besar, dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2," ungkap Sowjanya Naha, M.D. seorang ahli endokrinologi.

2. Duduk Sepanjang Hari

Menghabiskan waktu berjam-jam di meja kerja, di dalam mobil, atau bermalas-malasan di sofa ternyata berdampak buruk bagi metabolisme.

"Duduk dalam waktu lama mengurangi sensitivitas tubuh terhadap insulin, sehingga lebih sulit untuk mengontrol gula darah," kata pakar kesehatan, Naha.

Ahli lain, Cheng, menjelaskan bahwa aktivitas fisik membantu otot menyerap glukosa secara efektif tanpa memerlukan insulin tambahan. Solusinya: Atur alarm setiap jam untuk bangun dan bergerak. Berjalan kaki ringan selama 15 menit setelah makan, atau melakukan gerakan cepat seperti squat dan jumping jacks selama 30 detik terbukti ampuh meningkatkan sensitivitas insulin.

3. Senang Ngemil

Banyak camilan berbentuk karbohidrat olahan dan rendah serat seperti keripik dan chiki. Keduanya adalah pemicu utama fluktuasi gula darah yang ekstrem. 

Dokter Anastasios Manessis, M.D., menekankan bahwa ngemil buah utuh justru menurunkan risiko diabetes berkat kandungan seratnya yang tinggi. Agar lebih stabil, ia menyarankan untuk memadukan buah dengan protein atau lemak sehat, seperti kacang-kacangan atau yogurt tanpa gula.

4. Kurang Tidur Berkualitas

Begadang atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur dapat merusak metabolisme glukosa. Kurang tidur memicu lonjakan hormon stres (kortisol) yang berujung pada resistensi insulin dan kenaikan gula darah.

Selain itu, kurang tidur dua malam saja sudah cukup untuk meningkatkan hormon lapar. Akibatnya, tubuh akan terus mengidam makanan tinggi karbohidrat sepanjang hari demi menjaga energi. Solusinya: Targetkan tidur selama 7 hingga 9 jam setiap malam, pertahankan jadwal bangun yang konsisten, serta batasi kafein dan penggunaan layar (screen time) sebelum tidur.

5. Melewatkan Makan dan Waktu Makan yang Berantakan

Tubuh manusia menyukai konsistensi. Makan di waktu yang tidak teratur atau sering melewatkan makan-terutama sarapan-dapat mengacaukan ritme alami tubuh dalam memproses glukosa.

"Memulai hari dengan sarapan yang kaya protein dan mengenyangkan dapat membantu menstabilkan kadar gula darah dan menentukan suasana hati sepanjang hari," jelas Dr. Manessis. Jika Anda sibuk di pagi hari, persiapkan makanan sejak malam sebelumnya, seperti overnight oats atau burrito sarapan.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cuan Bisnis Apparel Olahraga Saat Warga RI Doyan Lari-Main Bola