Pelatih Korea Dapat Ancaman Pembunuhan usai Gagal di Piala Dunia

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
30 June 2026 11:30
Pelatih Timnas Korea Selatan, Hong Myung-bo. (REUTERS/Daniel Becerril)
Foto: REUTERS/Daniel Becerril

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepulangan tim nasional Korea Selatan usai tersingkir dari Piala Dunia 2026 diwarnai pengamanan ketat. Ratusan personel kepolisian dikerahkan di Bandara Internasional Incheon setelah mantan pelatih Hong Myung-bo menerima ancaman pembunuhan.

Kepolisian Metropolitan Incheon mengonfirmasi telah mengerahkan sekitar 160 personel polisi antihuru-hara dan petugas keamanan bandara untuk mengantisipasi potensi kericuhan saat rombongan timnas tiba dari Meksiko. Selain itu, sebanyak 25 personel keamanan khusus juga disiagakan menyusul ancaman pembunuhan yang ditujukan kepada Hong.

"Kami memutuskan mengerahkan personel untuk mencegah insiden keselamatan yang mungkin terjadi selama proses kedatangan. Kami akan menindak tegas segala tindakan melanggar hukum, termasuk pelemparan benda," demikian pernyataan kepolisian dilansir dari Yahoo Sport News, Selasa (30/6/2026).

Laporan kantor berita Yonhap mengatakan, ancaman tersebut muncul melalui unggahan di internet yang berbunyi, "Saya akan membunuh Hong Myung-bo," disertai pernyataan bahwa pelaku akan mendatangi Bandara Incheon pada hari kepulangan sang pelatih.

Ancaman itu muncul setelah Korea Selatan gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026. Padahal, Taeguk Warriors mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko.


Namun setelah itu Korea Selatan menelan dua kekalahan beruntun 0-1 dari Meksiko dan Afrika Selatan. Hasil tersebut membuat mereka gagal melaju ke babak 16 besar, bahkan tidak mampu lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Kekalahan dari Afrika Selatan menjadi sorotan terbesar. Dalam laga yang digelar di Monterrey tersebut, Hong membuat keputusan kontroversial dengan mencadangkan kapten tim sekaligus penyerang Tottenham Hotspur, Son Heung-min.

Keputusan itu menuai kritik luas, terlebih Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke fase gugur. Tak hanya itu, Hong juga dikritik karena menarik keluar bek andalan Kim Min-jae saat tim sedang tertinggal tanpa memasukkan pemain bertipe menyerang.

Keputusan taktis tersebut memicu kemarahan suporter yang menilai Korea Selatan kehilangan peluang untuk mengejar ketertinggalan. Gelombang protes kemudian berkembang menjadi petisi daring yang menuntut Hong dipecat.

Setelah evaluasi dilakukan, Hong akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya pada Minggu (28/6/2026). Ia menjadi pelatih keempat yang mundur usai gagal membawa timnya melaju jauh di Piala Dunia 2026.

Kegagalan tim nasional juga memicu reaksi keras dari Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Ia mengaku "sangat terpukul" dan memerintahkan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kegagalan tim.

"Saya bukan hanya terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini. Saya benar-benar tidak habis pikir. Ketika loyalitas dan kepentingan kelompok lebih diutamakan daripada kompetensi, dan orang-orang yang tidak kompeten ditempatkan pada posisi kepemimpinan, hasil seperti ini hampir tidak bisa dihindari," tulis Lee di media sosial X.

Lee juga meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menyelidiki secara menyeluruh proses yang menyebabkan kegagalan tersebut serta menyusun langkah perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kasus ini turut membuka kembali polemik penunjukan Hong Myung-bo sebagai pelatih pada 2024 menggantikan Jürgen Klinsmann. Pengadilan Administratif Seoul sebelumnya menyatakan proses penunjukan Hong maupun Klinsmann dilakukan secara tidak semestinya karena Presiden Asosiasi Sepak Bola Korea, Chung Mong-gyu, dinilai mengabaikan prosedur yang berlaku.

Hong sendiri pernah menangani Korea Selatan pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu, Korea Selatan gagal meraih satu kemenangan pun dan finis di dasar klasemen grup yang dihuni Belgia, Aljazair, dan Rusia.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Presiden Korea Marah Timnas Gagal Total di Piala Dunia, Pelatih Mundur


Most Popular
Features