Popok Bayi Diduga Mengandung Zat Kimia Berbahaya, Merk Ini Diselidiki

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 11:00 WIB
Foto: Cover Insight/ Popok Bayi/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas China meluncurkan penyelidikan resmi setelah laporan media lokal mengungkap dugaan adanya zat kimia berbahaya dalam sejumlah produk popok bayi yang beredar di pasaran. Kasus ini memicu kekhawatiran luas di kalangan orang tua sekaligus menyoroti isu keamanan produk anak di negara tersebut.

Mengutip Channel New Asia, Badan pengawas pasar Beijing pada Senin (22/6) menyatakan tengah menyelidiki temuan zat yang diduga dapat menyebabkan iritasi kulit dan ruam pada bayi. Berdasarkan laporan media setempat, zat tersebut ditemukan dalam beberapa produk popok dari berbagai merek, termasuk merek internasional ternama, Huggies.

Sebuah laporan dari media China, Economic Information Daily, pekan lalu mengatakan bahwa popok dari Huggies, Babycare, dan Bibabebe telah teruji positif mengandung formamida, zat beracun yang juga dapat menyebabkan pusing.


Ketiga produsen popok tersebut menyatakan dalam pernyataan akhir pekan lalu bahwa tidak ada formamida yang terdeteksi setelah pengujian ulang oleh pihak ketiga.

Huggies mengatakan pada Minggu (21/6) bahwa mereka mengambil tindakan hukum atas informasi yang salah, menyesatkan, dan keliru yang merusak citra produk mereka.

Badan Pengawas Pasar Negara China menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyelidikan telah diluncurkan bersama otoritas kesehatan nasional.

"Informasi terkait akan segera diumumkan," kata badan pengawas tersebut, tanpa menyebutkan jangka waktu penyelidikan.

Tidak jelas apakah popok yang dituduh mengandung formamida tersebut dijual di luar negeri atau tidak.

Sementara itu, konsumen diimbau untuk memperhatikan kondisi kulit bayi setelah menggunakan popok dan segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila muncul gejala seperti ruam, kemerahan, atau iritasi yang tidak biasa.

Sebagai informasi, masalah yang melibatkan anak-anak dan keselamatan konsumen sangat sensitif di China, di mana pada tahun 2008 sekitar 300.000 anak jatuh sakit karena susu bubuk yang terkontaminasi.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Intip Gemasnya Rio, Bayi Panda Pertama RI Hasil Diplomasi Panda China