Ternyata Geliat Wisata Bali Dimulai dari Lokasi Pantai dan Hotel Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Bali identik dengan pariwisata. Jutaan wisatawan datang setiap tahun untuk menikmati pantai, budaya, hingga berbagai fasilitas kelas dunia yang tersebar di Pulau Dewata.
Upaya ini sudah dilakukan sejak era kolonial dahulu. Sejarawan Frances Gouda dalam Dutch Culture Overseas (2008) menjelaskan pemerintah kolonial Belanda sejak awal abad ke-20 berupaya menjadikan Bali sebagai "museum hidup". Keunikan budaya, adat istiadat, kesenian, hingga kehidupan masyarakat Bali dipromosikan kepada dunia Barat sebagai daya tarik wisata.
Dari sini, beberapa kawasan di Bali berkembang dengan karakter berbeda untuk mengangkat nama Bali ke panggung internasional.
Di Ubud, misalnya, perkembangan pariwisata ditopang oleh kekuatan seni dan budaya. Salah satu tokoh yang turut mengangkat nama Bali ke panggung internasional adalah Antonio Blanco. Pelukis kelahiran Spanyol tersebut menetap di Bali dan menghasilkan berbagai karya yang terinspirasi oleh kehidupan serta budaya masyarakat setempat. Kehadirannya membantu memperkuat citra Ubud sebagai pusat seni dan budaya yang menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Sementara itu, Kuta berkembang melalui jalur berbeda. Jika Ubud dikenal lewat seni dan budaya, Kuta menjadi salah satu simbol lahirnya pariwisata modern Bali yang ditopang pembangunan infrastruktur dan fasilitas wisata.
Padahal, kondisi Kuta pada masa lalu jauh dari kesan gemerlap seperti sekarang. Kawasan pesisir di selatan Bali itu masih didominasi aktivitas nelayan dan pelabuhan kecil. Bahkan sejumlah catatan sejarah menyebut wilayah tersebut pernah menjadi tempat persembunyian bajak laut.
Bahkan, memasuki awal 1970-an, Kuta masih belum memiliki banyak fasilitas yang mampu melayani wisatawan dalam jumlah besar. Titik balik kemudian datang pada 1971 ketika Kartika Plaza Beach Hotel berdiri di kawasan tersebut. Kehadiran hotel bertaraf internasional itu menjadi salah satu penanda perubahan Kuta dari perkampungan pesisir menjadi pusat aktivitas wisata.
"Berawal dari Kartika Plaza Beach Hotel yang kemudian berkembang menjadi Discovery Kartika Plaza Hotel, keberadaannya turut mewarnai perkembangan kawasan Kartika Plaza selama 36 tahun terakhir," ungkap pihak hotel dalam keterangan resmi.
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali, berbagai fasilitas pendukung mulai bermunculan di sekitarnya. Mulai dari restoran, pusat perbelanjaan, hingga sarana hiburan, seperti Discovery Mall Bali yang juga satu grup dengan Kartika Plaza Hotel di bawah naungan Arta Graha milik pengusaha Tomy Winata.
Perkembangan infrastruktur dan fasilitas wisata modern yang dimulai oleh Kartika Plaza Hotel perlahan turut mengubah wajah Kuta dalam beberapa dekade berikutnya. Kawasan yang dahulu hanya dikenal sebagai kampung pesisir perlahan menjelma menjadi salah satu ikon pariwisata Indonesia yang dikenal hingga mancanegara.
Jika Ubud membantu memperkenalkan Bali melalui seni dan budaya, maka jejak Tomy Winata di Kuta menjadi salah satu pintu masuk berkembangnya industri pariwisata modern. Dari kawasan inilah salah satu babak penting transformasi Bali menuju destinasi wisata kelas dunia dimulai di Bali.
(mfa/mfa) Add
source on Google