Piala Dunia 2026 Disebut Zonk, Penonton & Hotel Sepi

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Minggu, 14/06/2026 09:45 WIB
Foto: Para penampil tampil dalam upacara pembukaan sebelum pertandingan Grup A FIFA World Cup 2026 antara Mexico national football team dan South Africa national football team di Estadio Azteca, Kamis (11/6/2026). (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi berbeda dilaporkan terjadi terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Pesta akbar sepak bola yang biasanya ramai pengunjung disebut sepi penonton.

Pemilik hotel di kota-kota penyelenggara Piala Dunia mengungkapkan lesunya tingkat pemesanan, yang kini cenderung berada di bawah perkiraan. Survei American Hotel and Lodging Association mencatat 80% hotel memiliki tingkat pemesanan di bawah ekspektasi beberapa hari sebelum Piala Dunia 2026 dimulai.

Angka penjualan tiket juga tak terlalu bagus, Ticket Data melaporkan masih ada sekitar 25 ribu kursi tersedia melalaui platform penjualan tiket utama FIFA. Tiket hanya laku untuk pertandingan tim tuan rumah saja.


Nampaknya fenomena ini terjadi karena biaya yang tinggi membuat beberapa penggemar enggan meramaikan kompetisi ini.

Selain itu, Piala Dunia 2026 juga memiliki masalah lain yakni peserta yang membludak menjadi 48 tim dan 104 pertandingan.

Sepi Penonton Bukan Kali Ini Saja

Sebenarnya sepinya penonton telah terjadi juga pada penyelenggaraan 2010. ESPN mencatat hampir 3,2 juta orang penonton mendatangi tuan rumah Afrika Selatan.

Namun banyak kursi kosong dalam sejumlah pertandingan babak penyisihan grup, misalnya pada pertandingan Yunani dan Korea Selatan. Saat itu FIFA menyalahkan masalah pada pemegang tiket perusahaan dan pemerintah, serta penggemar luar negeri yang tidak menghadiri pertandingan meski sudah memiliki tiket.

Pada Piala Dunia 2014 juga terjadi hal serupa. Beberapa pihak mengaitkannya pada penggemar lokal yang tidak mampu membeli tiket karena harganya mahal dan FIFA dinilai gagal mengalihkan tiket yang dikembalikan sponsor dan kelompok lain.

Sementara FIFA kembali menyalahkan pada ketidakhadiran penonton dan mereka yang tidak datang atau menjualnya kembali meski memiliki tiket.

Masalah ini juga terjadi pada 2018, misalnya banyaknya kursi kosong pada pertandingan Uruguay dan Mesir yang. Newsweek mengutip FIFA melaporkan 5.000 kursi tidak terisi.

Turis Asing Malas Datang Karena Trump

Kebijakan yang diterapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi alasan lainnya yang membuat turis asing malas datang ke negara tersebut. AS menjadi tuan rumah bersama Meksiko dan Kanada di tahun ini.

"Isu geopolitik yang tentu saja membuat orang lebih waspada untuk bepergian ke AS dan menghabiskan uang di AS," kata Profesor Manajemen Olahraga North Carolina State University, Mike Edwards, seperti dikutip Al Jazeera.

Sejumlah organisasi, termasuk American Civil Liberties Union (ACLU), juga memberikan peringatan untuk warga negara asing yang mau pergi ke AS untuk menyaksikan Piala Dunia 2026.

Para turis asing juga menghadapi kebingungan soal aturan visa dan keterlambatan proses penerbitan. Ini membuat jumlah pengunjung wisatawan internasional berkurang, padahal menjadi penyumbang belanja terbesar selama gelaran tersebut.

Masyarakat AS sendiri tengah menghadapi tekanan ekonomi, dari bensin yang mengalami kenaikan menjadi US$4,16 per galon pada Februari lalu, kenaikan biaya hidup dan melambatnya pasar tenaga kerja. Masalah ini membuat warga lokal berhati-hati mengeluarkan uang perjalanan dan hiburan.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0 di Piala Dunia 2026