Ikan Lele Vs Ikan Kembung, Mana Paling Baik untuk Jadi Lauk?

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 12/06/2026 15:20 WIB
Foto: Budidaya Lele di bawah kolong tol Becakayu (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ikan lele dan ikan kembung menjadi dua lauk yang paling sering hadir di meja makan masyarakat Indonesia. Selain mudah ditemukan, keduanya juga dikenal memiliki harga yang relatif terjangkau dibandingkan sumber protein hewani lainnya.

Meski sama-sama kaya protein, kandungan gizi lele dan kembung ternyata tidak sepenuhnya sama. Perbedaan kadar omega-3, vitamin, hingga risiko paparan polutan membuat keduanya memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing jika dikonsumsi sebagai lauk harian.

Ikan kembung dikenal kaya omega-3 serta memiliki risiko merkuri yang relatif rendah dan kata vitamin D dan vitamin B12. Nutrisinya penting untuk kesehatan jantung dan perkembangan otak.

Sebaliknya, lele menawarkan protein yang tinggi, tetapi kandungan omega-3 lebih sedikit dan tingkat keamanannya bergantung pada kualitas air serta pakan selama proses budidaya. Lemak ikan lele pun cenderung lebih tinggi, dengan komposisi lemak yang kurang ideal jika dikonsumsi terlalu sering.

Perbedaan ini tak lepas dari cara hidup kedua ikan tersebut. Lele hidup di air tawar dan sering berada di dasar perairan.

Dalam praktik budidaya yang kurang baik, lele bisa terpapar polutan dari air dan pakan. Sehingga, kadar zat pencemar termasuk merkuri pada lele sangat bergantung pada sumbernya.


Lele dari kolam bersih relatif aman, tetapi lele dari lingkungan tercemar berisiko membawa zat berbahaya.

Sebaliknya, ikan kembung adalah ikan laut berukuran kecil dengan usia hidup pendek dan berada di rantai makanan bawah. Karakter ini membuatnya cenderung memiliki kadar merkuri rendah dan lebih stabil.

Inilah alasan mengapa ikan kembung sering direkomendasikan sebagai pilihan ikan laut yang aman untuk dikonsumsi rutin, termasuk bagi anak-anak dan ibu hamil.

Perlu diingat, merkuri tidak bisa dihilangkan dengan cara memasak. Digoreng, direbus, atau dibakar, kandungannya tetap ada. Oleh sebab itu, kunci utamanya bukan pada cara mengolah ikan, melainkan memilih jenis ikan yang tepat.

Singkatnya, lele tetap layak menjadi lauk harian karena murah dan tinggi protein. Namun, jika mempertimbangkan kandungan omega-3, vitamin, serta risiko polutan yang lebih rendah, ikan kembung memiliki nilai gizi yang lebih unggul untuk konsumsi jangka panjang.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Meksiko Taklukkan Afrika Selatan 2-0 di Piala Dunia 2026