6 Makanan Terbaik untuk Bantu Kurangi Rambut Rontok Menurut Ahli

Dany Gibran,  CNBC Indonesia
11 June 2026 12:26
6 Makanan Terbaik untuk Bantu Kurangi Rambut Rontok Menurut Ahli
Foto: Ilustrasi Rambut Rontok (Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemandangan saluran pembuangan kamar mandi yang penuh dengan rambut rontok adalah hal yang mengkhawatirkan. Seringkali kita menganggap hal ini hanya dampak cuaca atau stres sesaat, padahal menurut para ahli, akar masalahnya sering kali ada pada apa yang kita konsumsi sehari-hari.

Para pakar di bidang gizi, kedokteran kulit, dan kesehatan tradisional sepakat bahwa kerontokan rambut musiman bukan sekadar masalah luar, melainkan sinyal dari dalam tubuh yang menunjukkan adanya kekurangan nutrisi atau ketidakseimbangan sistemik.

Berikut adalah panduan lengkap mengatasi rambut rontok berdasarkan penjelasan Abhishree Goyal (Ahli Gizi Olahraga), Dr. Kiran Sethi (Dokter Spesialis Kulit), dan Dr. Tanu Singh (Ahli Gizi Ayurveda), yang dipublikasikan dalam laporan Vogue India.

Mengapa Rambut Lebih Mudah Rontok Saat Musim Berubah?

Banyak orang masih keliru mengira bahwa kelembapan udara atau perubahan suhu adalah penyebab utama kerontokan ini. Padahal, penjelasannya jauh lebih dalam.

"Dari sudut pandang gizi, kerontokan rambut musiman jarang terjadi hanya karena iklim; hal ini hampir selalu berakar dari celah asupan nutrisi yang tidak terpenuhi," jelas Abhishree Goyal.

Berdasarkan pengalamannya, kekurangan zat gizi yang paling sering menjadi penyebab utama adalah:

  • Kadar zat besi dan cadangan zat besi (ferritin) yang rendah

  • Asupan protein yang tidak mencukupi kebutuhan

  • Kekurangan vitamin D, vitamin B12, seng, dan asam lemak esensial Omega-3

Ditambah lagi dengan pola hidup yang kurang baik seperti diet ketat, jam makan tidak teratur, terlalu banyak minum kafein, dan kurang minum air putih.

Semua kebiasaan ini langsung mengganggu siklus pertumbuhan rambut, membuat akar rambut lepas lebih cepat dari waktunya.

Sementara itu, Dr. Tanu Singh melihatnya dari sudut pandang kesehatan tradisional. Menurutnya, kerontokan ini adalah tanda ketidakseimbangan dalam tubuh.

"Dalam ilmu Ayurveda, kerontokan rambut musiman adalah gejala adanya ketidakseimbangan sistem, bukan hanya masalah kulit kepala. Penyebab utamanya adalah penumpukan elemen panas atau Pitta Dosha. Ketika panas menumpuk akibat stres atau makanan yang memicu peradangan, rambut akan menipis dan beruban lebih dini," paparnya.

Dr. Kiran Sethi menegaskan satu hal yang paling umum terjadi, terutama pada wanita: "Kekurangan zat besi dan asam folat adalah pemicu kerontokan yang sangat sering terjadi, karena wanita sering kali tidak memenuhi kebutuhan zat besi hariannya dari makanan."

6 Makanan Terbaik untuk Menguatkan Rambut dari Dalam

Jika selama ini Anda hanya mengandalkan serum atau perawatan luar mahal, saatnya beralih ke dapur. Para ahli merinci 8 makanan yang wajib ada di menu harian Anda untuk mengurangi kerontokan dan memperkuat akar rambut.

1. Amla (Buah Melaka)

Dikenal sebagai makanan ajaib dalam kesehatan rambut, Amla adalah sumber vitamin C dan antioksidan tertinggi.

"Amla berperan penting dalam pembentukan kolagen dan sangat meningkatkan penyerapan zat besi oleh tubuh," kata Goyal.

Dr. Sethi menambahkan bahwa kandungan antioksidannya melindungi akar rambut dari kerusakan sel. Dalam pandangan Ayurveda, buah ini adalah cara terbaik untuk menetralkan panas berlebih dalam tubuh dan menutrisi jaringan sampai ke tingkat terdalam.

2. Bayam

Jangan remehkan sayuran hijau ini. Bayam adalah salah satu solusi untuk masalah kekurangan zat besi yang menjadi biang kerok rambut rontok.

"Bayam mengandung zat besi, asam folat, dan vitamin A. Semua zat ini sangat penting untuk memastikan oksigen mengalir lancar sampai ke kulit kepala," jelas Goyal.

Dr. Sethi sangat menyarankan agar bayam dikonsumsi setiap hari. Vitamin A di dalamnya juga membantu kulit kepala memproduksi minyak alami agar rambut tetap lembap dan tidak kering.

Catatan: Agar zat besinya terserap maksimal, sebaiknya konsumsi bersama sumber vitamin C seperti jeruk nipis.

3. Kacang Hijau

Bagi Anda yang mencari sumber protein nabati terbaik, kacang hijau yang sudah bertunas adalah juaranya.

"Kacang hijau tumbuh mengandung protein nabati, biotin, dan asam amino yang bekerja memperkuat batang rambut langsung dari akarnya. Keunggulannya, karena sudah bertunas, zat gizinya jauh lebih mudah dicerna dan diserap tubuh tanpa membebani pencernaan," ungkap Goyal. Ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan atau sulit menyerap nutrisi.

4. Biji Chia

Ukuran yang kecil menyimpan manfaat besar, terutama bagi kulit kepala yang kering, gatal, atau berketombe.

"Biji chia adalah sumber asam lemak Omega-3 yang sangat baik. Zat ini berfungsi mengurangi peradangan, melembapkan kulit kepala, dan mendukung siklus pertumbuhan rambut yang sehat," ujar Goyal.

Dr. Sethi menambahkan bahwa lemak sehat dan mineral di dalamnya menjaga kelenturan sel akar rambut, sehingga rambut tumbuh padat dan berkilau.

5. Kacang Kenari

Satu lagi sumber lemak sehat yang sangat direkomendasikan para ahli.

"Kacang kenari kaya akan Omega-3 dan mineral penting lainnya. Nutrisi ini sangat krusial untuk menjaga kesehatan akar rambut, mencegah peradangan, dan menciptakan lingkungan kulit kepala yang ideal agar rambut baru bisa tumbuh dengan baik," jelas Goyal.

Kandungan selenium dan seng di dalamnya juga berfungsi mengatur hormon tiroid, yang jika terganggu, akan langsung menyebabkan kerontokan parah.

6. Ikan Salmon

Jika Anda mengonsumsi makanan laut, salmon adalah makanan baik bagi kesehatan rambut.

"Salmon mengandung Omega-3, Vitamin D, dan Protein sekaligus. Kombinasi ini membantu meningkatkan kepadatan rambut, mengurangi kekeringan, dan mengembalikan vitalitas rambut yang kusam," sebut Goyal.

Dr. Sethi juga menyoroti pentingnya Vitamin D di dalamnya.

Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Sadar Merusak Rambut

Sudah makan makanan sehat di atas tapi rambut masih rontok? Para ahli mengingatkan kebiasaan-kebiasaan ini yang sering membuat usaha Anda sia-sia:

Asupan Protein Tidak Teratur: Terlalu sering makan hanya salad, jus, atau makanan rendah kalori tanpa tambahan protein. Rambut butuh pasokan asam amino setiap hari.

Masalah Pencernaan: Sering kembung, asam lambung naik, atau peradangan usus membuat tubuh gagal menyerap zat besi, seng, dan vitamin B.

Perubahan Berat Badan Drastis: Diet ekstrem atau puasa berkepanjangan memicu kondisi Telogen Effluvium, di mana akar rambut "kaget" dan langsung masuk fase rontok.

Gaya Hidup Buruk: Sering begadang, terlalu lama menatap layar gawai, kurang gerak, atau malah olahraga berlebihan.

Stres Tinggi: Hormon stres (kortisol) yang tinggi mengganggu siklus pertumbuhan dan memicu ketidakseimbangan elemen panas dalam tubuh.

Cara Mendukung Kesehatan Rambut Secara Alami & Holistik

Untuk hasil yang maksimal, perbaikan pola makan harus dibarengi dengan langkah berikut:

Jaga Kebersihan Kulit Kepala: Kulit kepala yang sehat adalah dasar rambut yang kuat. Bersihkan secara teratur, atasi ketombe secepat mungkin, hindari ikatan rambut terlalu kencang, dan kurangi perawatan kimia keras.

Kelola Stres & Istirahat Cukup: Tidur 7-8 jam sehari, lakukan latihan pernapasan atau yoga. Ini cara paling ampuh menyeimbangkan hormon dan menurunkan panas tubuh.

Makan Teratur: Jangan melewatkan jam makan. Akar rambut sangat sensitif terhadap perubahan energi dan gizi dalam tubuh.

Bantu dengan Suplemen: Dr. Sethi menyarankan konsumsi suplemen khusus rambut dan vitamin D tambahan jika asupan makanan dirasa belum cukup lengkap untuk menutupi kekurangan gizi.

(dag/dag) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ikan Sarden Bisa Cegah Stroke & Sakit Jantung, Benarkah?


Most Popular
Features