Alpukat vs Mangga, Mana Terbaik untuk Diet dan Kesehatan?

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 09/06/2026 15:05 WIB
Foto: Foto kolase mangga dan alpukat. (Doik Pixabay)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Saat cuaca panas, buah-buahan segar menjadi pilihan favorit untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan bertenaga. Buah-buahan juga dikenal sebagai sumber nutrisi yang kaya, mengandung nutrisi penting yang mendukung kekebalan tubuh, metabolisme, kesehatan usus, dan fungsi jantung.

Mengutip Times of India, dua buah tropis yang sering jadi andalan adalah alpukat dan mangga. Keduanya sama-sama lezat, kaya nutrisi, dan mudah diolah menjadi smoothie, salad, hingga dessert. Namun, pertanyaannya: mana yang sebenarnya lebih bergizi?

Profil Nutrisi Alpukat vs Mangga

Kedua buah ini memiliki karakteristik nutrisi yang sangat bertolak belakang, membuat keduanya unik dan memiliki fungsinya masing-masing bagi tubuh.


Satu cangkir mangga matang menawarkan sekitar 165 kalori, 25 gram karbohidrat, 23 gram gula, 3 gram serat, 1,4 gram protein, dan 0,6 gram lemak.

Sementara satu buah alpukat ukuran sedang menawarkan 150 kalori, 22 gram lemak, 12,8 gram karbohidrat, 10 gram serat, 0,2 gram gula, dan 3 gram protein.

Mangga vs Alpukat

Jika kita melihat poin-poin penting nutrisi alpukat, buah ini kaya akan lemak sehat, yaitu lemak tak jenuh tunggal (terutama asam oleat) dan sangat baik untuk kesehatan jantung dan fungsi otak. Setiap cangkir alpukat menawarkan sekitar 10 g serat, yang sangat baik untuk pencernaan dan rasa kenyang. Alpukat juga kaya akan vitamin K, E, C, B5, B6, dan folat. Sedangkan untuk antioksidan, alpukat mengandung lutein dan zeaxanthin, yang sangat baik untuk kesehatan mata dan hampir tidak mengandung gula.

Di sisi lain, mangga tinggi fruktosa, berkisar sekitar 40-45 g per cangkir, yang membuatnya memberi Anda energi instan. Mangga juga kaya akan vitamin C, A, E, K, dan vitamin B. Sedangkan untuk antioksidan, mangga mengandung beta-karoten dan mangiferin, yang baik untuk kulit, kekebalan tubuh, dan kesehatan mata.

Mangga memiliki sifat antibakteri, antijamur, antelmintik, antiparasit, antitumor, anti HIV, anti resorpsi tulang, antispasmodik, antipiretik, antidiare, antialergi, imunomodulasi, hipolipidemik, antimikroba, hepatoprotektif, dan gastroprotektif. Efek ini dikaitkan dengan kandungan serat buah yang tinggi dan keberadaan senyawa bioaktif seperti mangiferin.

Sebaliknya, sebuah laporan oleh Journal of the American Heart Association menyatakan bahwa mengonsumsi dua porsi alpukat per minggu dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular. Studi yang berlangsung selama 30 tahun dan melibatkan 110.000 peserta menemukan bahwa mengonsumsi setidaknya dua porsi alpukat per minggu dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang 16% lebih rendah dan risiko penyakit jantung koroner yang 21% lebih rendah.

Penelitian juga membuktikan bahwa konsumsi alpukat dapat menyebabkan penurunan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL, terutama pada individu dengan hiperkolesterolemia.

Mana yang lebih baik?

Jawabannya tergantung kondisi tubuh dan kebutuhan Anda. Jika memiliki kondisi diabetes dan penyakit jantung, atau ingin menurunkan berat badan, alpukat jauh lebih baik. Namun jika tujuannya untuk meningkatkan asupan vitamin, mangga lebih unggul.

Berikut panduannya:

  • Untuk kenyang, kontrol nafsu makan, dan kesehatan metabolik: alpukat.
  • Untuk vitamin, kesegaran, dan antioksidan: mangga.
  • Untuk kesehatan secara keseluruhan: tidak perlu memilih salah satu. Keduanya saling melengkapi.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Juarai Liga Champions, PSG Rayakan Kemenangan bersama Presiden Macron