Piala Dunia 2026 Bakal Sepi Penonton, Ini Alasan Utamanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Ajang FIFA World Cup atau Piala Dunia FIFA selalu menjadi perhatian dunia. Tahun ini, Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi tuan rumah turnamen sepakbola terbesar di dunia tersebut. Opening ceremony Piala Dunia 2026 akan digelar pada Kamis, 11 Juni di Meksiko.
Meski menjadi pesta olahraga paling ditunggu-tunggu di dunia, gelaran Piala Dunia 2026 diprediksi sepi penonton. Banyak turnamen akan digelar di AS, masalahnya mayoritas penggemar sepakbola butuh visa agar bisa masuk ke Negeri Paman Sam. Mendapatkan visa AS tak hanya membutuhkan biaya besar, tapi juga prosesnya yang rumit.
Tingginya tingkat penolakan visa juga membuat para penggemar sepakbola takut untuk mencoba menghadiri Piala Dunia.
AS sebenarnya telah meluncurkan Sistem Penjadwalan Janji Prioritas FIFA (PASS), yang mempercepat wawancara visa bagi penggemar yang telah membeli tiket melalui FIFA. Namun, sistem itu tidak menjamin visa bakal diberikan.
Bulan lalu, hampir 150 penggemar sepak bola Ghana ditolak permohonan visanya, menurut laporan Aljazeera.
Dari 48 negara yang lolos Piala Dunia, 27 di antaranya membutuhkan visa untuk masuk wilayah Amerika Serikat. Biayanya berkisar US$185 (Rp3,3 juta) hingga US$435 (Rp7,8 juta), jumlah tersebut setara upah yang diperoleh rata-rata orang di banyak negara berkembang selama beberapa bulan. Itu baru visa (yang belum tentu diberikan), belum lagi ditambah biaya pesawat, hotel, dan makan selama di sana.
Perang juga memperburuk situasi, terutama bagi penggemar asal Iran yang ingin menyaksikan tim nasional mereka berlaga di Piala Dunia.
Bagi penggemar sepak bola Iran, traveling ke AS "hampir mustahil" bahkan tanpa adanya masalah visa atau perang. Tidak ada transportasi langsung antar negara, karena Iran tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan AS.
"Selain masalah visa, kita harus mengambil rute dua atau tiga arah dari Teheran untuk sampai ke AS," kata Ali, seorang penggemar yang tidak mau menyebutkan nama lengkapnya karena alasan keamanan.
"Kembali dari AS ke Iran juga akan jadi tantangan besar tersendiri, kemungkinan ditangkap oleh pemerintah [Iran]," tambahnya. Perang tersebut telah meningkatkan pengawasan terhadap sentimen antinasional di Iran, yang mengakibatkan eksekusi terhadap orang-orang yang ditangkap atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Israel atau AS.
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]