Pangeran Mateen Diangkat Jadi Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam
Jakarta, CNBC Indonesia - Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, menunjuk putranya, Pangeran Abdul Mateen, sebagai Menteri Luar Negeri dalam perombakan kabinet besar yang diumumkan pada Rabu (3/6/2026). Langkah ini dipandang sebagai bagian dari persiapan regenerasi kepemimpinan di kerajaan kaya minyak tersebut.
Abdul Mateen merupakan anak ke-10 dan putra keempat Sultan Hassanal Bolkiah. Meski berada jauh dalam urutan suksesi takhta, pangeran berusia 34 tahun itu dikenal luas di media sosial dan memiliki lebih dari tiga juta pengikut di Instagram dan menjadikannya salah satu anggota keluarga kerajaan Brunei yang paling populer di dunia.
Abdul Mateen dikenal sebagai perwira militer lulusan Inggris yang bertugas di angkatan bersenjata Brunei. Ia juga merupakan pilot helikopter dan atlet polo yang kerap mendampingi sang ayah dalam berbagai kunjungan resmi ke luar negeri maupun pertemuan diplomatik internasional.
Melansir Malay Mail, Jumat (5/6/2026), Sultan Hassanal mengatakan, Abdul Mateen akan tetap melanjutkan karier militernya sembari menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri.
Nama Abdul Mateen semakin dikenal secara global setelah pernikahannya yang mewah pada Januari 2024 di ibu kota Brunei, Bandar Seri Begawan. Pernikahannya menarik perhatian media internasional dan media sosial.
Dalam perombakan kabinet yang sama, Sultan Hassanal juga mengangkat putra lainnya, Prince Abdul Malik, sebagai Menteri di Kantor Perdana Menteri (Prime Minister's Office/PMO). Perubahan kabinet ini diumumkan di tengah berkurangnya aktivitas publik Sultan Hassanal Bolkiah yang kini berusia 79 tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, penguasa terlama yang masih hidup di dunia tersebut diketahui mengalami sejumlah masalah kesehatan, termasuk menjalani operasi penggantian lutut pada Januari lalu. Pada 2025, Sultan Hassanal juga sempat dirawat di rumah sakit akibat kelelahan saat menghadiri pertemuan puncak ASEAN di Kuala Lumpur.
Meski menunjuk dua putranya ke dalam kabinet, posisi pewaris takhta tetap dipegang oleh putra sulungnya, Crown Prince Al-Muhtadee Billah yang kini berusia 52 tahun. Putra mahkota tersebut tetap menjabat sebagai Menteri Senior di Kantor Perdana Menteri.
Dalam pengumuman yang disiarkan televisi nasional dan dipublikasikan melalui situs resmi pemerintah, Sultan Hassanal menegaskan dirinya tetap akan memegang tiga jabatan strategis sekaligus, yakni Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan.
Dengan perubahan terbaru ini, kini terdapat empat anggota keluarga kerajaan yang duduk di kabinet Brunei, negara monarki absolut di Asia Tenggara yang kaya berkat cadangan minyak dan gas alamnya.
Abdul Malik, yang berusia 42 tahun, merupakan putra tertua kedua Sultan dan berada di urutan keempat dalam garis suksesi. Jabatan menteri di Kantor Perdana Menteri menjadi posisi kabinet pertamanya. Ia diketahui memiliki gelar pendidikan dari universitas di Brunei.
Brunei sendiri merupakan negara kecil yang berada di pesisir utara Pulau Kalimantan. Sebelum para penguasanya memeluk Islam pada abad ke-14, wilayah tersebut sempat dipengaruhi budaya Hindu dan Buddha.
Brunei kemudian menjadi protektorat Inggris pada abad ke-19 sebelum akhirnya memperoleh kemerdekaan penuh pada 1984. Hingga kini, negara tersebut masih mempertahankan sistem monarki absolut dengan Sultan Hassanal Bolkiah sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
(hsy/hsy) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]