Marak Penipuan Tiket Piala Dunia 2026, FBI Peringatkan Hal Ini

Linda Hasibuan,  CNBC Indonesia
29 May 2026 15:15
Maskot Piala Dunia 2026. (Dok. Fifa)
Foto: Maskot Piala Dunia 2026. (Dokumentasi FIFA)

Jakarta, CNBC Indonesia - Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) baru saja merilis peringatan resmi (Public Service Announcement) kepada para pencinta sepak bola di seluruh dunia. Menjelang berlangsungnya Piala Dunia 2026 pada Juni dan Juli mendatang, para penjahat siber dilaporkan gencar membuat situs web tiruan yang sangat mirip dengan situs resmi FIFA untuk menguras uang dan data pribadi korban.

Dalam peringatan resminya (28/5/2026), FBI menyebut para pelaku membuat domain palsu yang sangat mirip dengan situs resmi FIFA. Para pelaku berupaya mengumpulkan informasi sensitif seperti nama lengkap, alamat rumah, nomor telepon, email, hingga data kartu pembayaran korban.

"Pelaku ancaman sering membuat situs web palsu dengan sedikit mengubah karakteristik domain situs web yang sah, dengan tujuan mengumpulkan informasi identitas pribadi yang dimasukkan oleh pengguna ke dalam situs tersebut, termasuk nama, alamat rumah, nomor telepon, alamat email, dan informasi perbankan," kata FBI dalam pengumumannya mengutip Houston Public Media, Jumat (29/5).

Menurut FBI, pelaku menggunakan modus bernama typosquatting atau pembajakan nama domain. Mereka mendaftarkan alamat web yang sekilas mirip dengan domain resmi FIFA (⁠fifa.com⁠), namun dengan sedikit modifikasi atau menggunakan akhiran domain yang tidak biasa.

Teknik yang digunakan antara lain mengganti sedikit huruf pada alamat situs atau menggunakan domain berbeda seperti ".org", ".xyz", hingga ".sale" agar terlihat meyakinkan di mata pengguna internet.

"Situs web palsu dapat meniru URL yang sah dengan menggunakan kesalahan ejaan kecil, seperti fifa[.]com, atau domain tingkat atas alternatif, seperti .org daripada .com," kata FBI.

"Bentuk serangan siber ini - yang disebut typo squatting - bergantung pada kesalahan yang dilakukan pengguna internet, seperti kesalahan ketik umum, saat mengunjungi URL," tambahnya.

Untuk menghindari situs web FIFA palsu, FBI merekomendasikan untuk memastikan pengetikan URL "fifa.com" dan menghindari tautan yang diberi label "bersponsor" oleh mesin pencari seperti Google, Bing, atau Yahoo.

Sementara itu, situs web palsu dapat dilaporkan melalui Pusat Pengaduan Kejahatan Internet FBI.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Donald Trump Tak Sudi Bayar Rp17 Juta untuk Nonton Piala Dunia


Most Popular
Features