Ini Kunci Radioterapi Kanker Lebih Tepat Sasaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Pertanyaan soal metode radioterapi kerap muncul di benak pasien kanker dan keluarga. Sebab, keberhasilan radioterapi tidak hanya bergantung pada prosedurnya, tetapi juga pada akurasi pemetaan lokasi dan penyebaran sel kanker.
Di sinilah PET-CT Scan berperan penting, membantu dokter merancang terapi radiasi dengan lebih presisi agar pengobatan bekerja lebih optimal sekaligus meminimalkan paparan pada jaringan sehat di sekitarnya.
Dijelaskan oleh dr. Lim Andreas, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, PET-CT Scan adalah teknologi pencitraan Kedokteran Nuklir yang menggabungkanPositron Emission Tomography(PET) untuk menilai aktivitas metabolisme sel, dan CT Scan untuk melihat struktur tubuh secara detail.
"Teknologi ini efektif untuk mendeteksi kanker, menentukan stadium dan penyebarannya, serta mengevaluasi respons terapi pasien. Dengan kemampuan tersebut, PET-CT sering digunakan dalam perencanaan radioterapi untuk menghancurkan sel kanker tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya," jelas dr. Lim dikutip Jumat (22/5/2026).
Lebih lanjut, dr. Lim menjabarkan peran PET-CT dalam proses radioterapi. Pertama, menentukan lokasi tumor lebih akurat dengan karena dapat menunjukkan bagian tumor yang paling aktif.
"Dengan gambaran yang lebih akurat, terapi dapat langsung menargetkan sel kanker dengan tepat," ungkap dr. Lim.
Kedua, menentukan area yang perlu diradiasi. Hal ini penting agar radiasi dapat fokus pada sel kanker dan mengurangi risiko mengenai area yang tidak diperlukan.
Ketiga, meminimalkan paparan radiasi pada jaringan sehat di sekitar tumor. Dengan begitu, jaringan tubuh yang sehat dapat lebih terlindungi selama terapi berlangsung.
Keempat, memantau respons terapi dengan melihat apakah sel kanker masih aktif atau sudah berkurang.
"Pemeriksaan ini membantu dokter mengevaluasi efektivitas pengobatan yang dijalani pasien," terang dr. Lim.
Dokter Ratnawati, Sp.Onk.Rad. dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan turut menyampaikan pemanfaatan PET-CT di bidang onkologi.
"PET-CT dalam radioterapi memberikan manfaat besar bagi pasien dengan perencanaan terapi yang terbaik, lebih presisi dan tepat saran sesuai kondisi kanker yang dialami, mengurangi risiko efek samping, serta meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker," ungkap dia.
Sejalan dengan kebutuhan penanganan kanker yang semakin kompleks, teknologi pencitraan yang canggih sepeti PET-CT sangat dibutuhkan dalam menunjang pengobatan kanker yang optimal. Oleh karena itu, Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) kini memiliki PET-CT Scan dan SPECT-CT yang tersedia di layanan Nuclear Medicine and Molecular Theranostic Center MHJS dengan kemampuanwhole-body imaging, hasil pencitraan lebih tajam, waktu pemeriksaan lebih cepat, alur perawatan yang lebih terarah, paparan radiasi rendah (low radiation) dibandingkan teknologi serupa di Indonesia, dan hanya dimiliki kurang dari 10 rumah sakit di Indonesia.
Keunggulan ini sangat penting terutama bagi pasien yang membutuhkan rangkaian evaluasi berulang, karena membantu meminimalkan risiko jangka panjang.
Sebagai bagian dari pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan terintegrasi dengan Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang komprehensif menangani tumor dan kanker secara berkelanjutan, didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin, Tumor Board yang aktif memberikan rencana perawatan yang tepat, serta Patient Navigator yang terdiri dari dokter dan perawat untuk mendampingi pasien selama perawatan.
Bagi Anda dan keluarga yang membutuhkan pemeriksaan akurat dan evaluasi kanker secara menyeluruh dengan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan dapat menjadwalkan konsultasi dengan dokter spesialis onkologi dan kedokteran nuklir di Mayapada Hospital melalui Call Center 150770 atau aplikasi MyCare.
Informasi seputar kesehatan dari dokter Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles and Tips. Selain itu, Anda dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).
(dpu/dpu) Add
source on Google