Harvard Setop Bagi-Bagi Nilai A ke Mahasiswa, Ada Apa?

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 21/05/2026 13:10 WIB
Foto: Harvard University. (Linkedin/Harvard University)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harvard University akan membatasi jumlah mahasiswa yang bisa memperoleh nilai A. Pembatasan ini disebut sebagai upaya menekan inflasi nilai yang dinilai semakin parah dalam beberapa dekade terakhir.

Kebijakan baru itu disetujui fakultas Harvard College dan akan mulai berlaku pada musim gugur 2027.

Dalam aturan tersebut, jumlah mahasiswa yang mendapatkan nilai A di setiap kelas akan dibatasi maksimal 24 orang dari 100 mahasiswa melalui formula "20 plus four".


Keputusan ini muncul setelah laporan internal pada Oktober 2025 menyebut sistem penilaian di Harvard gagal menjalankan fungsi utama penilaian akademik.

Laporan setebal 25 halaman itu menemukan lebih dari 60% nilai mahasiswa Harvard meraih A. Angka tersebut melonjak tajam dibanding dua dekade lalu di mana hanya ada 25% mahasiswa yang mendapat A.

Pihak kampus menilai kondisi tersebut membuat kualitas akademik dan makna nilai tertinggi menjadi menurun.

Dekan Pendidikan Sarjana Harvard, Amanda Claybaugh mengatakan, reformasi diperlukan untuk mengembalikan integritas sistem penilaian.

"Inflasi nilai A membuat kami perlu melakukan reformasi untuk mengembalikan budaya akademik Harvard seperti sebelumnya," ujarnya dikutip dari Guardian, Kamis (21/5/2026).

Dalam pemungutan suara, fakultas Harvard menyetujui kebijakan pembatasan nilai A dengan hasil 458 suara mendukung dan 201 menolak.

Selain itu, Harvard juga akan menggunakan sistem persentil rata-rata dibanding GPA untuk menentukan penghargaan internal dan gelar kehormatan mahasiswa.

Namun, usulan lain yang memungkinkan beberapa mata kuliah keluar dari aturan pembatasan nilai A akhirnya ditolak.

Kebijakan ini menuai penolakan cukup besar dari mahasiswa. Survei Februari 2026 menunjukkan hampir 85% mahasiswa tidak setuju dengan rencana tersebut.

Sejumlah dosen juga menyampaikan kekhawatiran bahwa pembatasan nilai dapat meningkatkan persaingan antarmahasiswa, mengurangi keberanian mengambil tantangan akademik, hingga membatasi kebebasan pengajar dalam memberi penilaian.

Meski begitu, Amanda Claybaugh menyebut keputusan ini sebagai langkah penting untuk memperbaiki sistem penilaian Harvard.

Menurutnya, nilai A di Harvard seharusnya kembali menjadi simbol pencapaian akademik luar biasa.

"Nilai A Harvard harus kembali mencerminkan prestasi istimewa seperti yang selama ini tercantum dalam pedoman akademik kampus," tulis tim penyusun kebijakan tersebut.

Pihak Harvard juga berharap langkah ini dapat mendorong universitas lain untuk mengevaluasi sistem penilaian mereka masing-masing.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Tren Gaya Hidup Dari Pelari "Kalcer" Membangun "Culture"