8 Penyakit Keturunan yang Sulit Dicegah, Kebotakan Termasuk

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
20 May 2026 11:00
An elderly woman gets her blood tested during a drive to provide medical check-ups for hypertension, cholesterol and diabetes at an integrated services post in Banda Aceh on December 15, 2021. (Photo by CHAIDEER MAHYUDDIN / AFP) (Photo by CHAIDEER MA
Foto: AFP via Getty Images/CHAIDEER MAHYUDDIN
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Tidak semua penyakit muncul akibat pola hidup atau faktor lingkungan. Beberapa kondisi kesehatan diketahui dapat diwariskan dari orang tua kepada anak melalui faktor genetik.

Penyakit keturunan merupakan gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kelainan gen atau kromosom tertentu. Dalam sejumlah kasus, orang tua hanya menjadi pembawa sifat atau carrier tanpa mengalami gejala. Namun penyakit bisa muncul pada anak atau generasi berikutnya ketika dipicu faktor lain seperti gaya hidup dan lingkungan.

Menurut International Bioscience melansir Intitut Pertanian Bogor (IPB), ada sejumlah penyakit keturunan yang cukup sulit dicegah karena berkaitan langsung dengan faktor genetik. Oleh sebab itu, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dinilai penting untuk mengetahui risiko penyakit yang bisa diwariskan kepada anak.

Berikut delapan penyakit keturunan yang perlu diwaspadai:

1. Hemofilia

Hemofilia merupakan gangguan pembekuan darah akibat kekurangan faktor pembeku darah tertentu, yakni faktor 8 atau 9. Penyakit ini berkaitan dengan kromosom X sehingga lebih banyak dialami laki-laki, sementara perempuan umumnya menjadi carrier.

Kondisi ini biasanya sudah muncul sejak usia anak-anak dan sulit dicegah karena diwariskan secara genetik dari orang tua.

2. Buta Warna

Buta warna terjadi akibat gangguan kemampuan membedakan warna tertentu. Kondisi ini umumnya diwariskan melalui mutasi genetik pada kromosom X.

Selain faktor keturunan, buta warna juga dapat dipicu kerusakan pada mata, saraf, atau otak akibat paparan bahan kimia tertentu. Gejalanya bisa muncul sejak kecil maupun saat dewasa.

3. Diabetes Melitus

Diabetes melitus juga memiliki kaitan kuat dengan faktor genetik. Penyakit ini ditandai tingginya kadar gula darah akibat gangguan kerja insulin dalam tubuh.

Risiko diabetes tipe 1 meningkat pada seseorang yang mewarisi antigen leukosit tertentu dari orang tuanya. Sementara diabetes tipe 2 juga dapat diwariskan, terutama jika disertai faktor lain seperti obesitas, hipertensi, dan pola hidup tidak sehat.

4. Thalasemia

Thalasemia merupakan kelainan darah yang menyebabkan hemoglobin mudah rusak. Penyakit ini diturunkan apabila kedua orang tua sama-sama membawa sifat carrier.

Anak penderita thalasemia biasanya tampak pucat dan memerlukan transfusi darah rutin untuk menjaga kadar hemoglobin tetap stabil.

5. Kebotakan

Kebotakan tidak hanya dipengaruhi usia atau hormon, tetapi juga faktor keturunan. Risiko kebotakan meningkat apabila terdapat riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Peneliti dari Columbia University Medical Center, dr, Angla Christiano menemukan gen APCDD1 yang berkaitan dengan penipisan rambut hingga kebotakan.

6. Alergi

Faktor genetik juga berperan besar terhadap munculnya alergi. Risiko anak mengalami alergi disebut lebih tinggi apabila kedua orang tua memiliki riwayat alergi.

Namun, alergi juga dapat dipengaruhi lingkungan dan paparan zat tertentu yang memicu reaksi tubuh.

7. Albino

Albino merupakan kondisi genetik akibat gangguan produksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata.

Penyakit ini biasanya muncul jika anak mewarisi gen albino dari kedua orang tua, meski orang tua hanya berstatus carrier dan tidak menunjukkan gejala.

8. Asma

Asma termasuk penyakit keturunan yang dapat dipicu faktor lingkungan atau alergen tertentu. Risiko penurunan asma disebut lebih besar berasal dari faktor ibu dibanding ayah.

Meski demikian, pada sebagian orang, gejala asma bisa membaik atau menghilang saat memasuki usia dewasa apabila terkontrol dengan baik.

IPB menyebut salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit keturunan adalah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Pemeriksaan ini membantu mengetahui kemungkinan adanya gen penyakit yang dapat diwariskan kepada anak di masa depan.

 

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jangan Kaget, 2 Tipe Diabetes ini Bisa Terjadi pada Anak-Anak


Most Popular
Features