6 Makanan Tak Boleh Dikonsumsi Keluarga Kerjaan Inggris & Alasannya
Jakarta, CNBC Indonesia - Kehidupan keluarga kerajaan Inggris ternyata diatur hingga urusan makanan. Menu yang disajikan di istana bukan sekadar soal rasa, tetapi juga menyangkut tradisi, etika, kesehatan, hingga citra kerajaan di mata publik.
Sejumlah mantan koki dan staf kerajaan pernah mengungkap ada beberapa jenis makanan yang jarang, bahkan tidak disajikan di meja makan keluarga kerajaan Inggris. Berikut daftarnya melansir Times of India, Selasa (19/5/2026):
1. Kerang dan Seafood Mentah
Makanan laut seperti tiram, udang, atau kerang disebut kerap dihindari keluarga kerajaan, terutama saat bepergian ke luar negeri.
Mantan kepala pelayan kerajaan, Grant Harrold, mengatakan hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko keracunan makanan. Meski begitu, mantan koki kerajaan Darren McGrady pernah mengaku tetap menyajikan scallop dan udang kepada Queen Elizabeth II pada beberapa kesempatan. Artinya, aturan tersebut lebih bersifat pencegahan, bukan larangan total.
2. Daging Setengah Matang
Menu berbahan daging mentah atau setengah matang seperti steak tartare dan burger medium rare juga disebut dihindari.
Dalam bukunya Eating Royally, McGrady mengatakan Ratu Elizabeth II lebih menyukai daging yang dimasak matang sempurna. Selain alasan selera, makanan matang dianggap lebih aman bagi keluarga kerajaan yang memiliki jadwal padat dan aktivitas publik tinggi.
3. Bawang Putih dan Bawang Mentah
Salah satu aturan paling terkenal di kerajaan Inggris adalah menghindari bawang putih.
Pada acara MasterChef Australia tahun 2018, Queen Camilla mengonfirmasi bawang putih dihindari dalam acara kerajaan untuk mencegah bau napas saat bertemu publik.
McGrady juga menyebut bawang mentah jarang digunakan di dapur istana karena alasan serupa. Dalam lingkungan kerajaan, etika dianggap lebih penting dibanding cita rasa tertentu.
4. Foie Gras
King Charles III diketahui melarang foie gras disajikan di kediaman kerajaan sejak masih menjadi Pangeran Wales.
Foie gras merupakan makanan khas Prancis yang dibuat dari hati bebek atau angsa yang digemukkan secara paksa. Proses produksinya lama menuai kritik dari kelompok pecinta hewan.
Keputusan Charles dinilai sejalan dengan kepeduliannya terhadap kesejahteraan hewan dan pertanian berkelanjutan.
5. Buah di Luar Musim
Ratu Elizabeth II juga dikenal sangat menyukai makanan musiman.
Misalnya, stroberi tidak akan disajikan pada musim dingin jika memang belum waktunya panen alami. Menurut keluarga kerajaan, buah yang dikonsumsi sesuai musim dianggap lebih segar dan memiliki rasa lebih baik.
Kebiasaan ini juga berkaitan dengan tradisi pertanian di perkebunan kerajaan seperti Sandringham House dan Balmoral Castle yang banyak menghasilkan bahan pangan sendiri.
6. Gula Olahan dan Pemanis Buatan
Raja Charles III disebut lebih memilih pola makan sehat dengan mengurangi gula olahan dan makanan ultra-proses.
Ia lebih sering memilih madu atau buah sebagai pemanis alami, dipadukan dengan gandum utuh, sayuran, dan protein rendah lemak.
Berbeda dengan Charles, Ratu Elizabeth II dikenal menyukai cokelat. McGrady bahkan pernah menyebut sang ratu sebagai pecinta cokelat. Namun, porsinya tetap dijaga dan tidak berlebihan.
Makanan Berisiko Ganggu Aktivitas Publik
Di balik berbagai aturan tersebut, ada alasan besar yang selalu dijaga keluarga kerajaan: kesehatan dan citra publik.
Mulai dari menghindari risiko keracunan makanan, bau napas saat acara resmi, hingga menjaga pola makan sehat demi umur panjang dan kebugaran, seluruh pilihan makanan di istana ternyata dipertimbangkan secara detail.
source on Google [Gambas:Video CNBC]