Direktur AIA Rista Qatrini: Perempuan Itu Punya Peran Ganda
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah perkembangan zaman, narasi tentang peran perempuan semakin meluas. Sebab, pada masa kini ada banyak perempuan yang menjalani peran ganda atau multi peran (multi-role).
Direktur Hukum dan Kepatuhan AIA, Rista Qatrini Manurung menilai perempuan itu merupakan sosok yang kuat. Bagaimana tidak? perempuan memiliki kodrat untuk melahirkan seorang anak sekaligus mengarahkan mereka ke jalan yang benar. Di samping itu, perempuan juga dituntut harus menjadi istri, kakak, dan anak yang baik.
"Itu semua udah multi-job gitu ya. Multi-role yang menandakan bahwa wanita itu sangat strong gitu kan," ujar dia dalam Top Women Fest 2026, dikutip Kamis (30/4/2026).
Berikutnya, Rista menjelaskan, berdasarkan agama yang dianutnya, perempuan itu kerap menjadi penolong. Dalam hal ini, pihak penolong harus lebih kuat dibandingkan pihak yang ditolong.
Dari situ, Rista menekankan kepada semua perempuan agar tidak meremehkan dirinya sendiri, kemudian membatasi dirinya sendiri. Menurutnya, budaya tersebut sudah seharusnya dihilangkan, karena tidak sesuai dengan kodrat wanita.
Dia menilai, apabila terus merasa rendah diri, maka perempuan akan terus dihantui oleh kegagalan dan takut mencoba sesuatu yang baru. Sebaliknya, ketika perempuan mampu menanamkan sikap berani mencoba dan memaksimalkan potensinya, maka kepercayaan dirinya tentu akan meningkat.
"Pada saat kita tahu kelemahan kita apa, dan kita memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan rasa percaya diri, itu akan menjadi cara yang luar biasa sekali menghadapi insecurity kita," jelasnya.
Tak kalah penting, Rista juga menyoroti soal pentingnya memimpin dengan hati. Mengingat, pemimpin pasti akan berhadapan dengan manusia yang perlu dipimpinnya, bukan robot. Pada dasarnya, manusia memiliki hati, perasaan, keinginan, dan pemikiran masing-masing, sehingga penting bagi setiap orang untuk memimpin dengan hati.
Rista mengungkapkan, sebagai perusahaan, AIA senantiasa menempatkan manusia sebagai pusat dari segalanya. Jika dikaitkan dengan industri asuransi, maka di AIA ada karyawan, tenaga pemasaran, dan yang paling penting adalah konsumennya. Penting bagi perusahaan penyedia layanan asuransi seperti AIA untuk menanamkan sikap memimpin dengan hati. Apalagi, salah satu fungsi asuransi adalah memberi perlindungan ketika dalam kondisi duka.
"Kedukaan itu kan merupakan sesuatu yang emosional gitu ya. Jadi memang harus dihadapi dengan hati. Dengan hati yang benar, dengan empati yang benar, untuk bisa membuat perusahaan asuransi itu gaining fast daripada konsumennya dan selain itu juga memang prinsip-prinsip yang kita berlakukan di perusahaan asuransi AIA ini, kita mengenal ada tiga hal, yaitu, CCH (Clarity, Courage, and Humanity). Jadi, AIA di 18 market itu memiliki prinsip yang sama," terang dia.
Rista melanjutkan, aspek kemanusiaan menjadi hal yang penting dalam menjalankan suatu perusahaan. Sebagai contoh, penilaian kinerja karyawan pada akhir tahun tidak cukup hanya dilihat dari pencapaian target semata, melainkan proses dalam memenuhi target kinerja tersebut. Bagi Rista, cara seseorang dalam bekerja hingga sikap empati ketika menghadapi masalah juga menjadi pertimbangan untuk menilai kinerja.
"Itu menjadi bagian dan dinilai sebagai penilaian performance yang baik bila kita menerapkan nilai-nilai empathetic atau humanity," jelasnya.
Lebih jauh, Rista menegaskan pentingnya bagi setiap orang menjunjung tinggi nilai-nilai baik dalam pekerjaannya. Sebagai contoh, para pekerja dapat mempromosikan nilai-nilai yang beretika. Sebab, etika memiliki nilai yang jauh lebih tinggi ketimbang hanya sekadar memenuhi ketentuan atau peraturan. Dengan begitu, ia mengimbau bagi semua perempuan dan laki-laki untuk menjadi pekerja yang mengedepankan nilai etika.
Untuk diketahui, perjalanan karier Rista di dunia korporasi sudah cukup panjang. Rista bergabung dengan PT AIA FINANCIAL pada tahun 2015 sebagai Direktur Hukum dan Kepatuhan dan pada tahun 2017 diberikan kesempatan untuk memperluas perannya dengan membawahi fungsi Risiko. Rista telah bekerja pada industri asuransi selama lebih dari 9 tahun.
Wanita lulusan Universitas Indonesia dan Boston University tersebut juga merupakan seorang Konsultan Pasar Modal terdaftar di Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. Rista memegang lisensi advokat Indonesia dan merupakan anggota Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI).
Di sisi lain, Rista pun menjabat sebagai Kepala Departemen Best Practices Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), di mana sebelumnya ia menjabat sebagai Kepala Departemen Kepatuhan dan Keanggotaan AAJI sejak tahun 2011 sampai dengan Desember 2017. Berkat konsistensinya memimpin perusahaan, Direktur Hukum dan Kepatuhan AIA, Rista Qatrini Manurung berhasil mendapatkan penghargaan Top Women in Financial Protection dalam ajang Top Women Fest 2026 yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia.
source on Google [Gambas:Video CNBC]