Top Women Festival 2026

Melati Sarnita: Perempuan Biasa Hadapi 'Chaos', Jadi Modal Dunia Kerja

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
30 April 2026 07:45
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita, memberikan pemaparan  dalam acara Top Women Fest 2026. Mengusung tema "A Celebration of Powerful Women: Strong Women, Strong Economy" di Area Relief Sarinah, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo
Foto: Direktur Utama Inalum Melati Sarnita, memberikan pemaparan dalam acara Top Women Fest 2026. Mengusung tema "A Celebration of Powerful Women: Strong Women, Strong Economy" di Area Relief Sarinah, Jakarta, Sabtu (25/4/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), Melati Sarnita menilai perempuan justru terbiasa mengelola "chaos" dalam kehidupan sehari-hari. Itu-lah yang menjadi modal penting dalam memimpin organisasi.

Menurut Melati, dunia kerja saat ini penuh ketidakpastian, mulai dari tekanan bisnis hingga gejolak geopolitik global, yang menuntut pemimpin mampu mengambil keputusan cepat dan tepat. Ia bilang, perempuan pada dasarnya sudah terbiasa menghadapi banyak hal sekaligus, sehingga kemampuan mengelola situasi yang kompleks atau chaos management menjadi keunggulan alami.



"Kalau ibu-ibu sih kayaknya hidup di masa-masa krisis itu tiap hari ya, jadi itu kan sesuatu yang spesial buat kita, dari tiap pagi, bangun, tiap hari sebenarnya sudah menghadapi krisis, jadi chaos management itu bukan hal baru," ujar Melati di Top Woman Fest 2026 yang digelar CNBC Indonesia pada akhir pekan lalu, dikutip Kamis (30/4/2026).

Menurut Melati, kunci menghadapi situasi sulit adalah fokus dan memahammi dan mengenali dulu apa yang tengah terjadi. Dalam kondisi penuh tekanan, tidak semua hal bisa diselesaikan sekaligu, sehingga, ia menekankan pentingnya menentukan prioritas kerja agar hasil yang dicapai tetap maksimal.

"Pilih dulu prioritasnya mana, kerjakan itu dulu karena kalau masa kerjanya semua dalam satu waktu, saya rasa akhirnya gak akan selalu top-notch like you want it. Jadi biasanya saya selalu prioritas, fokus ya, walaupun kadang-kadang menurut orang lain 'kenapa gak semuanya gitu', tapi saya percaya satu sih, more achievement is achievement," jelasnya.



Selain kemampuan mengelola krisis, Melati juga menyoroti pentingnya personal branding bagi perempuan di dunia kerja. Ia menilai, citra profesional yang kuat akan membantu seseorang dikenal dan dipercaya dalam organisasi.

Ia bilang, personal branding terbentuk dari konsistensi kinerja dan bagaimana seseorang menghadapi tantangan. Contohnya, dalam perjalanan kariernya di sektor yang didominasi laki-laki seperti energi dan manufaktur, reputasi dibangun dari kemampuan menyelesaikan masalah sulit.

"Kalau ada proyek susah, orang ingat kita karena itu. Itu yang membentuk personal branding," ujarnya.



Melati menambahkan, perempuan juga perlu percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Tanpa kepercayaan diri, peluang untuk berkembang akan sulit diraih, terutama di lingkungan kerja yang kompetitif.

Ia mengingatkan pula, setiap individu memiliki perjalanan karier yang berbeda, sehingga tidak perlu terlalu khawatir dengan persaingan.

"Yang penting kenali diri sendiri, tahu kekuatan kita di mana," katanya.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya mentor dan dukungan dalam perjalanan karier. Menurutnya, bimbingan dari figur yang lebih senior bisa membantu perempuan melihat potensi yang mungkin tidak disadari sebelumnya.


(sef/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ramai-ramai Perempuan RI Pilih 'Career Break', Ini Alasannya


Most Popular
Features