Viral Kecelakaan Kereta di Bekasi: Setop Sebar Foto-Video Korban!

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Rabu, 29/04/2026 14:50 WIB
Foto: Petugas gabungan mengevakuasi puing-puing di lokasi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tragedi kecelakaan kereta yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menyisakan duka mendalam. Di tengah arus simpati yang mengalir, publik diingatkan untuk tidak menyebarkan foto atau video korban dari lokasi kejadian.

PT KAI mencatat total korban luka mencapai 81 orang yang saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit. Sementara itu, korban meninggal dunia dilaporkan sebanyak 15 orang.



Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam itu langsung ramai dibicarakan di media sosial. Banyak pengguna internet menyampaikan belasungkawa, namun tak sedikit pula yang mengunggah visual kondisi di lokasi, termasuk korban.

Psikolog klinis Nuzulia Rahma Tristinarum menegaskan, penyebaran gambar korban kecelakaan sebaiknya dihindari. Menurutnya, konten visual yang memperlihatkan kondisi mengenaskan bisa memicu kecemasan bagi orang yang melihatnya.

"Jadi sebaiknya tidak menyebarkan foto yang ada gambar korban-korban kecelakaan tersebut." ujar Nuzulia mengutip detikcom, Rabu (29/4/2026).

Ia menjelaskan, gambar yang menampilkan darah atau luka parah berpotensi menjadi pemicu (trigger) bagi sebagian orang, terutama yang sensitif terhadap konten traumatis.

Hal senada disampaikan psikolog klinis Veronica Adesla. Ia menilai, dampak terbesar justru dirasakan oleh keluarga korban yang tengah berduka.

"Keluarga korban sendiri saat ini sedang shock dan berjolak secara emosional dengan tragedi yang menimpa anggota keluarganya, yang mengakibatkan mereka kehilangan anggota keluarga yang dikasihi," kata ia.

"Paparan foto atau video dari lokasi kejadian bisa memperparah perasaan sedih, marah, hingga trauma berkepanjangan," ujarnya menambahkan.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama dalam situasi bencana atau kecelakaan. Empati tidak hanya ditunjukkan melalui ucapan, tetapi juga dengan menjaga privasi dan martabat para korban.

Artikel selengkapnya >>> Klik di sini



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Klinik Estetika Beri Layanan Minim Efek Samping