4 Tips Pilih Daycare yang Tepat, Pastikan ada CCTV

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Senin, 27/04/2026 14:05 WIB
Foto: Ilustrasi daycare. (CNBC Indonesia/Arie Pratama)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus kekerasan di tempat penitipan anak atau daycare membuat banyak orang tua semakin waswas. Padahal bagi sebagian keluarga, daycare menjadi solusi utama saat kedua orang tua bekerja.

Kekhawatiran ini wajar, terutama ketika orang tua tidak bisa mendampingi anak sepanjang hari. Lingkungan daycare yang seharusnya menjadi tempat tumbuh dan belajar justru bisa berisiko jika tidak dipilih dengan cermat.



Salah satu hal paling penting yang perlu diperhatikan adalah standar pengawasan terhadap anak. Orang tua perlu memastikan jumlah pengasuh cukup untuk mengawasi anak-anak secara optimal, agar keamanan dan perkembangan mereka tetap terjaga.

Berikut adalah empat aspek keselamatan utama yang harus diperhatikan ketika mencari daycare terbaik untuk si kecil yang telah dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber.

1. Rasio pengasuh/pengawas dan anak
Di sejumlah negara maju, ada ketentuan mengenai standar rasio antara pengasuh dengan jumlah anak yang diawasi. Standar rasio ini penting untuk memastikan keselamatan, kesejahteraan, dan perkembangan anak dalam program daycare.

Semisal di Amerika Serikat, rasio staf: anak berusia 4 tahun adalah 1:10. Ini artinya satu staf ditugaskan untuk mengawasi maksimal 10 anak berusia 4 tahun.

2. Aspek keselamatan di fasilitas daycare
Aspek keselamatan penitipan anak harus dimulai bahkan sebelum Anda melangkah masuk ke dalam fasilitas. Semisal ada kode akses yang diperlukan untuk masuk sehingga tidak sembarang orang bisa bertemu dengan anak-anak.

Dalam hal keselamatan kelas, orang tua harus melihat sekeliling dan mengevaluasi tempat seolah-olah itu adalah rumah Anda sendiri. Jika anak masih bayi, pastikan tempat tidur bayi berada di luar jangkauan jendela. Pastikan juga bahwa daycare dilengkapi CCTV yang bisa dipantau secara langsung oleh orang tua.

3. Kebijakan untuk 'anak nakal'
Daycare yang baik paham bahwa tidak ada 'anak nakal'. Sikap nakal biasanya hanya cara anak yang kesulitan mengkomunikasikan kebutuhannya. Ahli merekomendasikan orang tua untuk menanyakan kepada daycare bagaimana mereka menangani 'anak nakal' secara umum, dan kebijakan apa yang dilakukan untuk mencegah situasi yang berpotensi membahayakan, seperti menggigit dan menendang.

4. Komunikasi yang transparan
Terlepas dari kebijakan yang tertulis di atas kertas, pastikan daycare mampu melakukan komunikasi yang transparan kepada orang tua. Orang tua yang memiliki bayi harus mendapat informasi mengenai seberapa banyak si kecil makan, jumlah popok, dan seberapa lama mereka tidur.

Untuk anak-anak yang lebih besar, pastikan Anda memiliki kesempatan untuk mendiskusikan perilaku dan perkembangan mereka.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Klinik Estetika Beri Layanan Minim Efek Samping