CNBC Insight

Warga Malaysia Minta Bergabung ke RI, Janji Setia Cinta Tanah Air

M Fakhri,  CNBC Indonesia
23 April 2026 09:05
Warga Malaysia Minta Bergabung ke RI, Janji Setia Cinta Tanah Air
Foto: Pengibaran Bendera Merah Putih (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekitar 80 tahun lalu, Indonesia dan Malaysia hampir bersatu dalam satu negara bernama Indonesia Raya. Namun, rencana tersebut gagal, padahal bendera Merah Putih sempat dikibarkan oleh warga di Malaysia sebagai bentuk dukungan.

Pada 12 Agustus 1945, tiga tokoh PPKI yaitu Soekarno, Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat, pergi ke Dalat, Vietnam, untuk bertemu Marsekal Terauchi. Dalam pertemuan itu, pihak militer Jepang menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia pada 24 Agustus 1945.

Saat perjalanan pulang, rombongan Soekarno singgah di Singapura dan Taiping untuk menemui tokoh nasionalis Melayu, Ibrahim Yaacob dan Burhanuddin Al-Helmy. Keduanya merupakan pemimpin KMM dan KRIS yang sedang berjuang membebaskan Malaya dari kekuasaan Inggris.

Pertemuan tersebut melahirkan gagasan Negara Indonesia Raya, yang mencakup Indonesia, Malaya, Singapura, Brunei, dan Kalimantan Utara. Menurut peneliti Graham Brown dalam risetnya tahun 2005, ide ini lahir dari kolaborasi tokoh lokal dengan Jepang.

Dalam kesempatan itu, Soekarno mengatakan: "Mari kita ciptakan satu tanah air bagi mereka yang berdarah Indonesia."

Ibrahim Yaacob pun menjawab: "Kami orang Melayu akan setia menciptakan tanah air dengan menyatukan Malaya dengan Indonesia yang merdeka."

Namun, rencana penyatuan itu tidak mendapat persetujuan penuh. Sejarawan Boon Kheng Cheah menulis dalam Red Star Over Malaya (1983), ada kemungkinan Mohammad Hatta dan tokoh lain menolak ide persatuan tersebut.

Tak lama berselang, Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14 Agustus 1945. Situasi itu mendorong golongan muda di Jakarta mendesak proklamasi kemerdekaan segera dilakukan. Setelah drama Rengasdengklok, Indonesia akhirnya merdeka pada 17 Agustus 1945, lebih cepat dari rencana Jepang.

Sejak saat itu, gagasan Indonesia Raya pun kandas. Ibrahim Yaacob harus mengubah arah perjuangannya, sementara Malaysia baru meraih kemerdekaan 12 tahun kemudian, tepatnya pada 31 Agustus 1957.

(hsy/hsy) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 57.000 WN Malaysia Ganti Paspor Jadi Singapura, Ini Pemicu Utamanya


Most Popular
Features