8 Jenis Makanan yang Dikonsumsi Astronot di Luar Angkasa

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
09 April 2026 13:10
Awak misi peluncuran Artemis II untuk terbang melewati bulan untuk perjalanan mereka ke landasan peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy di Cape Canaveral, Florida, AS, 1 April 2026. (REUTERS/Joe Skipper)
Foto: Astronot dalam misi Artemis II. (REUTERS/Joe Skipper)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Pernah bertanya seperti apa makanan yang dikonsumsi astronot di luar angkasa? Di balik misi luar angkasa yang kompleks, makanan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesehatan dan performa mereka.

Dalam laporan Space Food and Nutrition mengutip Times of India, Kamis (9/4/026) NASA menjelaskan, makanan astronot bukanlah sesuatu yang aneh atau futuristik, melainkan makanan yang diproduksi di Bumi, lalu diolah dengan teknologi khusus. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan gizi harian, termasuk vitamin dan mineral, agar astronot tetap sehat di lingkungan ekstrem.

Sebelum dikonsumsi di luar angkasa, makanan harus melalui berbagai tahap uji, mulai dari kandungan nutrisi, daya tahan penyimpanan, hingga rasa. Astronot bahkan ikut mencicipi dan memberi penilaian terhadap makanan tersebut, mencakup aspek tampilan, aroma, rasa, hingga tekstur.

Penilaian ini digunakan oleh fasilitas pengembangan makanan luar angkasa milik NASA untuk terus menyempurnakan kualitas makanan yang akan dibawa dalam misi. Seluruh kategori makanan ini dikembangkan agar tahan terhadap kondisi luar angkasa yang minim gravitasi dan memiliki keterbatasan penyimpanan.

8 Jenis Makanan Astronot

NASA mengelompokkan makanan luar angkasa ke dalam delapan kategori utama yang dirancang untuk menjaga kesehatan dan keselamatan astronot:

1. Intermediate Moisture Food (Makanan Kadar Air Sedang)

Makanan dengan kadar air sedang diawetkan dengan mengurangi sebagian air dari produk sambil menyisakan cukup air untuk mempertahankan tekstur yang lembut. Dengan cara ini, makanan dapat dimakan tanpa persiapan apa pun. Makanan ini termasuk buah persik kering, pir kering, aprikot kering, dan daging kering.

2. Rehydrated Food (Makanan Rehidrasi)

Makanan ini dikeringkan untuk memudahkan penyimpanan, lalu ditambahkan air sebelum dikonsumsi. Contohnya oatmeal.

3. Thermostabilized Food (Makanan Tahan Panas)

Diproses dengan panas agar bisa disimpan pada suhu ruang. Biasanya berupa buah dan ikan dalam kaleng, serta puding dalam kemasan plastik.

4. Natural Form Food (Makanan Alami)

Siap makan tanpa pengolahan tambahan, seperti kacang-kacangan, granola bar, dan biskuit.

5. Irradiated Food (Makanan Iradiasi)

Produk seperti steak dan kalkun asap diproses dengan radiasi untuk membunuh bakteri, sehingga aman disimpan di suhu ruang.

Menurut NASA, produk-produk ini dimasak dan dikemas dalam kantong foil fleksibel dan disterilkan dengan radiasi pengion sehingga dapat disimpan pada suhu ruangan.

6. Frozen Food (Makanan Beku)

Makanan ini dibekukan dengan cepat untuk mencegah penumpukan kristal es besar. Metode ini mempertahankan tekstur asli makanan dan membantu agar rasanya tetap segar. Misalnya, quiche, casserole, dan pai ayam.

7. Fresh Food (Makanan Segar)

Buah segar seperti apel dan pisang yang tidak melalui proses pengawetan.

8. Refrigerated Food (Makanan Dingin)

Makanan yang harus disimpan dalam suhu dingin agar tidak rusak, seperti krim keju dan sour cream.

(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ini Sederet Manfaat Minum Jus Jeruk, Termasuk Menurunkan Tekanan Darah


Most Popular
Features