Rajin Scroll Instagram & TikTok? Hati-hati Kena 'Popcorn Brain'

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 02/04/2026 10:15 WIB
Foto: Ilustrasi. (Getty Images/filadendron)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan scroll tanpa henti di media sosial ternyata bukan sekadar candu biasa. Di balik maraknya video pendek dan notifikasi yang terus muncul, ada perubahan serius dalam cara otak manusia bekerja.

Data menunjukkan, konsumsi konten digital kini berada di level ekstrem. Dalam satu menit saja, ratusan juta video pendek diputar di berbagai platform.

Pola ini perlahan membentuk ulang kebiasaan fokus, membuat banyak orang semakin sulit bertahan dalam satu aktivitas tanpa terdistraksi. Dampaknya sudah terasa dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang mengaku sulit berkonsentrasi, cepat bosan, hingga merasa gelisah jika tidak membuka ponsel dalam beberapa menit.

Dalam bukunya The 5 Resets, dokter Harvard sekaligus pakar stres, Dr. Aditi Nerurkar menyebut fenomena baru yang muncul akibat banjir informasi ini sebagai "popcorn brain." Popcorn brain bukan diagnosis medis, tapi sebuah kondisi ketika otak terbiasa mendapat stimulasi cepat dan terus-menerus dari ponsel, media sosial, dan arus informasi digital.

Otak menjadi seperti "meletup" tanpa henti, cepat, singkat, dan sulit berhenti.


"Kondisi ini membuat seseorang kesulitan berhenti menatap layar, sulit melambatkan pikiran, makin terikat pada notifikasi hingga gampang stres dan sulit produktif," kata Nerurkar dikutip dari CNBC Make It.

Peneliti David Levy pertama kali memperkenalkan istilah ini pada 2011. Ia menggambarkan bagaimana orang modern terus mengecek berita, engagement sosial media, hingga update baru beberapa kali dalam hitungan menit.

Kendati demikian, Nerurkar menyebut ada empat langkah praktis untuk membantu otak kembali tenang dan mengurangi ketergantungan terhadap ponsel.

1. Batasi waktu scroll

Gunakan ponsel hanya untuk panggilan, pesan penting, atau email di luar waktu tersebut. Set timer agar tetap disiplin.

2. Matikan push notification

Notifikasi adalah pemicu utama otak untuk kembali mengecek ponsel, bahkan tanpa alasan jelas.

3. Jauhkan ponsel minimal tiga meter dari area kerja

Ini membantu fokus tanpa terus tergoda mengambil ponsel. Nerurkar menyarankan kebiasaan serupa saat di rumah, terutama ketika bersama keluarga.

4. Jangan letakkan ponsel di meja samping tempat tidur

Menaruh ponsel dekat kepala membuat banyak orang tergoda mengecek layar sebelum tidur atau segera setelah bangun. Untuk keadaan darurat, beritahu keluarga agar menelpon langsung dan biarkan ponsel tetap menyala.

Nerurkar mengakui, mengubah kebiasaan ini tidak mudah. Ia menyarankan menyiapkan alternatif ketika tangan refleks ingin mengambil ponsel, seperti buku, alat tulis, fidget toy, atau sekadar berjalan sebentar.

"Melatih ulang otak dan menahan dorongan primitif untuk terus scroll itu usaha besar," katanya. "Tapi seiring waktu, stres Anda akan berkurang karena Anda yang menentukan apa yang mendapat perhatian Anda, bukan perangkat di tangan Anda," ujarnya menambahkan.



(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bisnis Klinik Estetika Bersaing Ketat, Teknologi AI Jadi Solusi