India Tolak Tayangkan Film Soal Gaza, Khawatir Tak Bestie Sama Israel

Fergi Nadira, CNBC Indonesia
Kamis, 26/03/2026 18:20 WIB
Foto: 'The Voice of Hind Rajab'. (The Party Film Sales - Canva)

Jakarta, CNBC Indonesia - Film docudrama The Voice of Hind Rajab yang masuk nominasi Oscar diblokir penayangannya di India. Keputusan ini memicu sorotan karena dinilai bukan sekadar soal sensor film, tetapi juga mencerminkan arah baru hubungan politik India dengan Israel.

Film garapan sutradara Tunisia, Kaouther Ben Hania, sebelumnya meraih sambutan luar biasa di Venice Film Festival dengan standing ovation selama 23 menit dan memenangkan Silver Lion Grand Jury Prize. Karya ini juga masuk nominasi Golden Globe serta daftar pendek Oscar untuk kategori Film Internasional Terbaik.

Namun, badan sensor film India, Central Board of Film Certification (CBFC), memutuskan untuk menolak penayangan film tersebut.


Distributor film di India, Manoj Nandwana dari Jai Viratra Entertainment, mengungkap alasan yang ia terima dari otoritas setempat. Ia menyebut film itu dikhawatirkan dapat "merusak" hubungan India dengan Israel.

Nandwana menolak alasan tersebut. Ia menilai hubungan kedua negara cukup kuat dan tidak akan terpengaruh oleh sebuah film, apalagi karya ini sudah tayang di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Italia, dan Prancis, yang juga memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

"Saya mengatakan kepada mereka: hubungan India-Israel sangat kuat sehingga sungguh bodoh jika berpikir film ini akan merusaknya," kata ia dikutip dari Euro News, Kamis (26/3/2026).

Kisah Tragis di Gaza

The Voice of Hind Rajab mengangkat kisah nyata kematian Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia lima tahun yang tewas pada 29 Januari 2024 di Gaza.

Dalam film tersebut, Hind menjadi satu-satunya korban selamat dari serangan militer Israel. Ia sempat melakukan panggilan darurat kepada layanan medis Palestina saat terjebak di dalam mobil bersama jenazah anggota keluarganya.

Upaya penyelamatan gagal. Investigasi yang dikutip dari laporan media dan organisasi HAM menyebut kendaraan tersebut ditembaki ratusan peluru, termasuk saat tim medis mencoba menolong korban.

Film ini menggabungkan rekaman audio asli dengan adegan dramatis, menciptakan narasi yang kuat tentang dampak kemanusiaan dari konflik di Gaza.

Reaksi Keras dan Isu Politik

Keputusan pelarangan ini memicu kritik luas di India. Sejumlah pihak menyebut langkah tersebut sebagai bentuk sensor berlebihan dan mengaitkannya dengan sikap politik pemerintah di bawah Perdana Menteri Narendra Modi.

India secara historis dikenal mendukung Palestina. Namun dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Modi menunjukkan kedekatan yang lebih kuat dengan Israel, termasuk melalui kunjungan resmi tingkat tinggi.

Kasus ini juga bukan yang pertama. CBFC sebelumnya sempat menahan perilisan film lain yang dianggap sensitif secara politik, seperti Santosh karya Sandhya Suri.

Meski diblokir di India, The Voice of Hind Rajab sudah dirilis di sejumlah negara. Film ini juga mendapat dukungan dari produser eksekutif ternama seperti Brad Pitt, Joaquin Phoenix, dan Rooney Mara.

Namun, kontroversi politik membuat beberapa distributor di negara lain juga memilih untuk tidak menayangkannya.


(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Justin Bieber India "Suraj Chavan" Jadi Pria Paling Tampan