Catat! Ini 7 Kebiasaan Buruk di Malam Hari Yang Picu Serangan Jantung

tps,  CNBC Indonesia
19 March 2026 20:05
Gawat Darurat Jantung
Foto: dok Istimewa
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebiasaan di malam hari setelah jam kerja berakhir ternyata memegang peranan vital dalam menentukan kesehatan jantung seseorang dalam jangka panjang. Seorang dokter spesialis jantung mengungkapkan bahwa pilihan aktivitas sebelum tidur dapat menentukan apakah tubuh masuk ke fase perbaikan atau justru tetap dalam mode stres yang berbahaya.

Dokter Sanjay Bhojraj, seorang ahli jantung intervensi bersertifikat dan dokter kedokteran fungsional, membagikan pengalamannya selama dua dekade menangani penyakit jantung, penyumbatan arteri, dan disfungsi metabolik. Bhojraj mulai menyadari adanya pendorong kesehatan kardiovaskular yang jarang dibahas, yakni apa yang terjadi pada jam-jam setelah hari kerja berakhir.

"Penyakit jantung berkembang selama bertahun-tahun melalui sinyal yang berulang, termasuk pola tekanan darah, peradangan, regulasi glukosa, dan kualitas tidur. Banyak dari hal ini dibentuk oleh perilaku rutin di malam hari. Pilihan waktu malam menentukan apakah tubuh beralih ke mode perbaikan atau tetap dalam mode stres," kata Bhojraj pada Senin, (16/03/2026), dikutip CNBC Make It.

1. Makan Larut Malam yang Merusak Metabolisme

Hal pertama yang semestinya dihindari adalah makan larut malam karena fungsi metabolik mengikuti ritme sirkadian yang membuat sensitivitas insulin menurun di malam hari. Bhojraj menjelaskan bahwa pada malam hari tubuh menjadi kurang efisien dalam memproses glukosa dan lemak, di mana makan malam yang terlambat dikaitkan dengan kadar gula darah setelah makan yang lebih tinggi dan gangguan metabolisme lipid.

"Penelitian tentang makan yang dibatasi waktu menunjukkan bahwa waktu makan yang lebih awal mendukung tekanan darah yang lebih sehat, kontrol glukosa, dan penanda risiko kardiovaskular. Pencernaan di malam hari juga bersaing dengan proses perbaikan semalam yang sangat penting bagi kesehatan pembuluh darah," ujar Bhojraj.

2. Bahaya Lampu Terang dan LED di Malam Hari

Bhojraj juga menghindari paparan lampu gantung yang terang dan LED yang keras setelah matahari terbenam karena dapat menekan pelepasan melatonin. Melatonin berperan penting dalam pengaturan tidur, kontrol tekanan darah, dan aktivitas antioksidan dalam sistem kardiovaskular, sehingga paparannya di malam hari meningkatkan risiko penyakit koroner.

"Pilih bohlam yang hangat dan lampu setinggi mata untuk meniru kondisi pencahayaan matahari terbenam. Saya bahkan menggunakan bola lampu merah di kamar mandi untuk menyikat gigi dan bersiap-siap tidur," ucap Bhojraj.

3. Stop Nonton Tayangan yang Memicu Adrenalin

Aspek psikologis juga menjadi perhatian serius, di mana ia melarang menonton tayangan televisi yang memicu stres atau emosi meledak-ledak. Menurut Bhojraj, sistem saraf manusia tidak mengetahui bahwa tayangan tersebut hanyalah sebuah pertunjukan, sehingga stres psikologis tetap mengaktifkan sistem saraf simpatik yang meningkatkan detak jantung.

"Secara pribadi? Saya menyukai serial yang bagus sama seperti orang lain. Saya hanya tidak menontonnya di malam hari. Saya akan menyimpan drama gila orang lain untuk akhir pekan, saat sistem saraf saya bisa menanggung hantaman tersebut. Memacu hormon stres tepat sebelum tidur itu seperti menginjak pedal gas saat Anda masuk ke garasi," tutur Bhojraj.

4. Hindari Olahraga Intensitas Tinggi

Aktivitas fisik yang intens di malam hari juga masuk dalam daftar pantangannya karena latihan keras dapat menjaga kadar kortisol tetap tinggi dan menunda pergeseran ke mode istirahat. Hal ini dapat menunda waktu tidur, meningkatkan detak jantung semalam, dan mengurangi variabilitas detak jantung yang merupakan penanda ketahanan jantung.

"Ya, beberapa gerakan selalu lebih baik daripada tidak ada gerakan sama sekali. Namun, latihan intensitas tinggi pada jam 9 malam, misalnya, sering kali mengompromikan pemulihan, yang merupakan tempat manfaat kardiovaskular yang sebenarnya terjadi. Jantung Anda butuh landasan untuk melambat, bukan satu sprint terakhir sebelum tengah malam," kata Bhojraj.

5. Efek Buruk Konsumsi Alkohol bagi Jantung

Selanjutnya, Bhojraj menyoroti konsumsi alkohol yang sering dianggap merelaksasi namun secara fisiologis justru memberikan efek sebaliknya. Konsumsi alkohol di malam hari mengganggu struktur tidur, menekan tidur REM, meningkatkan detak jantung istirahat, dan menghambat penurunan tekanan darah alami di malam hari yang sangat berisiko.

"Alkohol terasa menenangkan. Secara fisiologis, ia melakukan hal sebaliknya. Bahkan minum di malam hari dalam jumlah sedang mengganggu arsitektur tidur, menekan tidur REM, dan mengganggu produksi melatonin," papar Bhojraj.

6. Tunda Percakapan Berat dan Emosional

Ia juga memperingatkan dampak buruk dari percakapan yang bermuatan emosional atau pertengkaran di malam hari karena stres akut dapat memicu aritmia atau kejadian jantung pada individu yang rentan. Bhojraj menyarankan agar diskusi yang berat ditunda hingga keesokan harinya guna menjaga kondisi sistem tubuh agar tetap stabil saat istirahat.

"Pertengkaran di malam hari dengan istri tidak hanya merusak suasana hati; mereka membanjiri sistem Anda dengan hormon stres pada saat yang tepat tubuh Anda seharusnya dimatikan. Beberapa percakapan itu penting. Hanya saja tidak semuanya perlu terjadi malam ini," jelas Bhojraj.

7. Paparan Layar Ponsel Tanpa Filter

Terakhir, ia menekankan pentingnya menghindari paparan layar tanpa filter dari ponsel atau tablet yang memancarkan cahaya biru karena gangguan tidur kronis berhubungan langsung dengan hipertensi dan resistensi insulin. Melindungi konsistensi tidur sangat mendukung fungsi jantung jangka panjang dan mengurangi risiko inflamasi sistemik.

"Tentu saja, saya selalu menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum melakukan perubahan drastis pada rutinitas Anda. Bagi saya, setelah jam 7 malam, aturan saya sederhana: kurangi gangguan sirkadian dan stres simpatik, dan biarkan jantung Anda pulih," pungkas Bhojraj.

(tps) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Waktu Terbaik Olahraga Jalan Kaki agar Hasilnya Nampol, Catat!


Most Popular
Features