Rezeki Terasa Sempit? Segera Tinggalkan 5 Kebiasaan yang Dibenci Allah

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
17 March 2026 12:30
Ilustrasi Menabung (Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash)
Foto: Ilustrasi (Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang merasa penghasilannya tidak berkembang meski sudah bekerja keras. Dalam pandangan Islam, kondisi tersebut tidak selalu berkaitan dengan besar kecilnya pendapatan, tetapi juga dengan keberkahan yang menyertainya.

Dalam ajaran Islam, keberkahan diyakini dapat memengaruhi bagaimana harta memberi manfaat dalam kehidupan. Jadi, selain berusaha mencari penghasilan, umat Muslim juga dianjurkan menjaga cara memperoleh dan menggunakan harta agar tetap berada dalam jalur yang halal.

Sejumlah kebiasaan bisa mengurangi barakah dalam harta. Ketika keberkahan berkurang, rezeki terasa sempit meski secara nominal mungkin terlihat cukup. Berikut lima kebiasaan yang disebut dapat menghambat datangnya rezeki menurut ajaran Islam, mengutip Islamic Finance Guru, Selasa (17/3/2026):

1. Mengonsumsi Harta Haram atau Syubhat

Islam menegaskan pentingnya sumber penghasilan yang halal dan bersih. Pendapatan dari transaksi haram atau meragukan diyakini dapat menghilangkan keberkahan.

Rasulullah Muhammad SAW pernah menyebutkan tentang seseorang yang berdoa dengan sungguh-sungguh, namun makanan, minuman, dan pakaiannya berasal dari yang haram. Dalam kondisi seperti itu, doa sulit dikabulkan.

2. Lalai Membayar Zakat

Zakat bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga bentuk penyucian harta. Secara bahasa, zakat berarti "membersihkan" dan "menumbuhkan".

Mengabaikan zakat tidak hanya berpotensi mengurangi keberkahan harta, tetapi juga disebutkan memiliki konsekuensi berat di akhirat.

Dalam hadis disebutkan, harta orang yang tidak dizakati dapat menjadi sumber azab baginya pada hari kiamat. Sehingga Muslim yang mampu diwajibkan menghitung dan menunaikan zakat setiap tahun.

3. Terlibat Riba

Riba atau bunga dalam transaksi pinjam-meminjam secara tegas diharamkan dalam Islam. Al-Qur'an menyebut ancaman keras bagi pelaku riba.

Allah berfirman dalam QS Al-Baqarah ayat 275 bahwa orang yang kembali mengambil riba termasuk golongan penghuni neraka.

"Barangsiapa kembali melakukan [perdagangan riba], mereka adalah penghuni neraka; mereka akan tinggal di dalamnya selama-lamanya." (QS 2:275).

Umat Islam dianjurkan meninjau kembali transaksi keuangan, termasuk rekening bank, untuk memastikan tidak terlibat praktik bunga. Jika sudah terlanjur menerima bunga, dianjurkan untuk membersihkannya dengan menyalurkannya ke amal tanpa niat sedekah.

4. Gaya Hidup Boros dan Berlebihan

Islam menganjurkan hidup moderat dan melarang pemborosan. Pengeluaran berlebihan, gaya hidup konsumtif, dan membeli sesuatu di luar kebutuhan bisa mengikis keberkahan.

Al-Qur'an dalam QS Al-A'raf ayat 31 menegaskan bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

5. Tidak Menunaikan Kewajiban Keuangan

Menunda pembayaran utang, mengingkari janji finansial, atau tidak transparan dalam transaksi juga disebut dapat menghilangkan keberkahan.

Rasulullah Muhammad bersabda bahwa dua pihak dalam transaksi akan diberkahi jika jujur dan terbuka. Sebaliknya, jika berbohong atau menyembunyikan sesuatu, keberkahan transaksi tersebut akan hilang.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Siap-Siap, 3 Shio Ini Bakal Beruntung di Tahun Kuda Api 2026


Most Popular
Features