Dokter Jantung Ungkap 9 Buah Paling Sehat Bikin Panjang Umur

Fergi Nadira,  CNBC Indonesia
10 March 2026 19:20
Buah Delima. (Photo by Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Images)
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Buah-buahan menyediakan banyak nutrisi untuk kesehatan tubuh. Namun, tak semua buah sama. 

Ahli bedah jantung asal Amerika Serikat, Steven Gundry, menyarankan masyarakat lebih selektif dalam memilih buah dengan memprioritaskan yang rendah gula namun kaya serat dan polifenol. Menurutnya, buah sebaiknya dipandang sebagai "permen alami" yang tetap menyehatkan, tetapi perlu dikonsumsi secara sadar dan tidak berlebihan. Ia menekankan bahwa pola makan yang mendukung kesehatan jangka panjang dan umur panjang adalah yang mengutamakan asupan bernutrisi tinggi dengan kadar gula yang lebih rendah.

Gundry sendiri dikenal sebagai mantan ahli bedah jantung, pendiri GundryMD, serta penulis buku seperti The Plant Paradox dan The Gut-Brain Paradox. Selama lebih dari dua dekade, penelitiannya berfokus pada hubungan antara mikrobioma usus, penyakit kronis, dan penuaan. Dalam tulisannya di CNBC Make It, ia membagikan daftar sembilan buah rendah gula yang dinilai baik untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

1. Jeruk dan keluarga sitrus

Jeruk bali, jeruk keprok, hingga kumquat mengandung vitamin C dan flavonoid yang mendukung mikrobioma usus. Gundry menekankan agar bagian putih (pith) tidak dibuang karena justru padat nutrisi.

2. Aneka beri

Blueberry, raspberry, dan blackberry rendah gula namun tinggi serat dan polifenol. Ia merekomendasikan beri musiman dan blueberry liar karena biasanya memiliki antioksidan lebih tinggi.

3. Delima

Delima kaya polifenol, termasuk punicalagin, yang diduga bermanfaat untuk kesehatan jantung dan sel. Meski rasanya manis, kadar gulanya relatif lebih rendah dibanding buah tropis.

4. Alpukat

Secara teknis alpukat adalah buah. Hampir tanpa gula, tinggi lemak tak jenuh, serat, dan kalium. Gundry mengaku hampir setiap hari makan alpukat karena membantu kenyang lebih lama dan menjaga kestabilan gula darah.

5. Zaitun

Zaitun juga termasuk buah dan mengandung polifenol kuat seperti hydroxytyrosol, serta lemak sehat. Karena itu ia menempatkan buah ini, dan minyak zaitun extra virgin sebagai bagian penting pola makan penunjang kesehatan jantung, otak, dan usus.

6. Kiwi

Kiwi lebih rendah gula dibanding banyak buah tropis, tetapi kaya vitamin C, antioksidan, dan serat. Gundry bahkan menyarankan mengkonsumsi kulitnya karena kandungan polifenolnya lebih tinggi.

7. Pisang hijau

Pisang yang belum matang kaya pati resisten, prebiotik yang memberi "makan" bakteri baik usus. Saat matang, pati berubah menjadi gula sehingga manfaatnya berkurang. Pisang hijau bisa dicampur ke smoothie atau yogurt.

8. Mangga muda

Seperti pisang hijau, mangga muda mengandung lebih sedikit gula dan lebih banyak serat serta antioksidan dibanding mangga matang. Hidangan salad mangga muda bisa menjadi pilihan sehat.

9. Markisa

Buah markisa berukuran kecil tetapi padat nutrisi, termasuk serat, vitamin A, dan polifenol. Bijinya berfungsi sebagai prebiotik alami yang baik untuk kesehatan usus.

(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 5 Buah Ini Disebut Ahli Gizi Jepang Bisa Bikin Sehat dan Panjang Umur


Most Popular
Features